Di Gerakan Pramuka, Sugrito juga berperan dalam mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan karakter masyarakat kepulauan.
Pramuka baginya bukan sekadar kegiatan kemah dan tali-temali, melainkan sarana membentuk disiplin, kemandirian, kerja sama, cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan Pramuka di Bawean turut diarahkan pada keterampilan hidup, konservasi pesisir, pertanian, hingga kemampuan bertahan hidup. Nilai budaya lokal juga dimasukkan melalui lagu daerah dan permainan tradisional.
Sofyan menilai pendekatan tersebut membuat anggota Pramuka tidak hanya memiliki keterampilan praktis, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan.