Tokoh Pendidikan dan Kebudayaan Bawean

Cuk Sugrito, Guru yang Mewakafkan Hidup untuk Pendidikan Bawean

tokoh | 14 Agustus 2026 07:28

 

Menurut Sofyan, Sugrito dikenal sebagai pendidik yang tidak kenal lelah. Ia memandang sekolah bukan hanya sebagai tempat menyampaikan pengetahuan, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk membangun karakter, bertanya, mencoba, dan menemukan jati diri.

 

Salah satu kiprahnya adalah ikut merintis pendidikan menengah bersama tokoh masyarakat dan para kiai Bawean pada era 1960-an. Pengabdian tersebut terus dilakukannya hingga akhir hayat.

 

Sugrito bahkan kerap menyampaikan kepada keluarga dan orang-orang terdekat bahwa dirinya telah mewakafkan hidupnya untuk UMMA dan Bawean.

 

Dalam mengajar, ia menggunakan metode sederhana tetapi membekas. Cerita lokal digunakan untuk menjelaskan materi, sementara murid dilibatkan dalam berbagai kegiatan praktis. Ia juga menanamkan etika kerja dan tanggung jawab dalam proses pembelajaran.

 

Jejak pengabdiannya kemudian menginspirasi banyak guru muda. Para alumni juga mengenang perhatian dan dorongan yang diberikan Sugrito sebagai bagian dari perjalanan mereka dalam melanjutkan pendidikan, memilih profesi pengabdian, hingga kembali membangun kampung halaman.