Dedikasi Sugrito tidak hanya berlangsung di lingkungan pendidikan formal. Ia juga dikenal sebagai salah satu pelestari kebudayaan Bawean.
Bahasa Bawean, tarian, musik, upacara adat, permainan tradisional, hingga cerita leluhur menjadi bagian dari warisan budaya yang menurutnya harus dikenalkan kepada generasi muda.
Ia aktif memperkenalkan lagu tradisional, permainan tempo dulu, serta cerita lokal kepada anak-anak. Sugrito juga mendorong pementasan seni tradisi dalam kegiatan sekolah dan kompetisi cerita rakyat menggunakan bahasa lokal.
Upaya tersebut turut menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap identitas dan warisan budaya Bawean.