Wayang Kulit Meriahkan GOR Bojonegoro, Ribuan Warga Antusias Saksikan “Wahyu Makhuto Romo Hasto Broto”

wisata | 13 Juli 2025 19:49

Wayang Kulit Meriahkan GOR Bojonegoro, Ribuan Warga Antusias Saksikan “Wahyu Makhuto Romo Hasto Broto”
Freddy Poernomo anggota DPRD Jatim didampingi Dwi Supranto, Kabid Kebudayaan Disbudpar Jatim, Mahmudi Kabakesbangpol Bojonegoro menyerahkan gunungan kepada dalang Ki Ngasto Adi Anggoro. (dok jatimpos)

BOJONEGORO, PustakaJC.co – Ribuan warga memadati GOR Utama Bojonegoro, Sabtu malam, (12/7/2025), untuk menyaksikan pergelaran wayang kulit bertajuk “Wahyu Makhuto Romo Hasto Broto”. Pentas budaya yang digelar secara gratis ini menghadirkan dalang kondang Ki Ngasto Adi Anggoro, serta bintang tamu Cak Kartolo, Ning Tini, dan Proborini.

Lampu kerlap-kerlip, banner, dan jajanan di sekitar lokasi menambah semarak suasana. Acara ini diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jatim, sebagai upaya menjaga eksistensi seni tradisi di tengah masyarakat modern. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (13/7/2025).

 

“Wayang kulit bukan hanya tontonan, tapi warisan budaya tak benda yang telah diakui dunia oleh UNESCO sejak 2003. Nilai-nilainya sarat makna, penuh filsafat, dan pendidikan moral,” ujar Dwi Supranto, Kabid Kebudayaan Disbudpar Jatim mewakili Kadisbudpar Evy Afianasari.

Dwi menegaskan, wayang adalah bagian dari regenerasi nilai dan penyadaran publik.

“Mari kita jadikan budaya bukan sekadar seremoni, tapi kekuatan membentuk masa depan bangsa,” tambah Dwi.

Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRD Jatim Freddy Poernomo, Kabakesbangpol Bojonegoro Mahmudi, perwakilan Pemkab Bojonegoro, serta tokoh masyarakat.

Freddy mengapresiasi acara ini karena menampilkan potensi lokal. “Banyak seniman hebat dari Bojonegoro, termasuk pimpinan Pesantren Kendal. Tahun depan kami gelar lagi dengan format lebih besar,” ungkap Freddy. Ia juga menyinggung rencana kolaborasi dengan Universitas Bojonegoro (Unigoro) untuk melibatkan mahasiswa dalam pelestarian seni daerah.

Sementara itu, Mahmudi menekankan bahwa acara ini sekaligus momentum mengenalkan Bojonegoro ke daerah lain.

 

“Ada unsur Bhakti Bela Negara dari kabupaten/kota se-Jawa Timur yang hadir. Ini kesempatan mengenalkan budaya Bojonegoro ke lebih luas,” jelasnya.

Menurut data Disbudpar Jatim, Bojonegoro telah memiliki tujuh budaya yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI):

•Sandur (2018)

•Wayang Thengul (2018)

•Ajaran Saminsurosentiko (2019)

•Ledra (2021)

•Nyadran Sawuran (2023)

•Kerupuk Abang Ijo (2024)

•Tahun ini diajukan Oklik dan Ijuk Nganten

Lakon “Wahyu Makhuto Romo Hasto Broto” yang dibawakan malam itu mengandung pesan mendalam: tentang kesempurnaan hidup, pemimpin yang bijak, serta perjuangan mencari anugerah ilahi. Tokoh Arjuna menerima wahyu karena kesungguhan hati, sementara tokoh-tokoh lain gagal karena kesombongan.

 

“Semoga pergelaran ini menjadi inspirasi generasi muda agar mencintai budaya sendiri dan menjadikannya kekuatan membangun bangsa,” pungkas Kadisbudpar Jatim melalui amanatnya. (ivan)