Hampir 1 Juta Penumpang Gunakan Kereta Api di Daop 8 Surabaya Selama April 2026

wisata | 08 Mei 2026 22:23

Hampir 1 Juta Penumpang Gunakan Kereta Api di Daop 8 Surabaya Selama April 2026
KAI Daop 8 Surabaya melayani hampir 1 juta penumpang selama April 2026. (Humas KAI Daop 8 Surabaya/dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat sebanyak 999.225 pelanggan menggunakan layanan kereta api sepanjang April 2026. Tingginya angka tersebut menunjukkan kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk kebutuhan perjalanan bisnis, wisata, hingga silaturahmi. Jumat, (8/5/2026).

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai aman, nyaman, dan andal.

“Kami terus berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi pelanggan. Kepercayaan masyarakat ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya. Demikian dikutip dari jawapos.com, Jumat (8/5/2026).

Dari total penumpang tersebut, sebanyak 509.089 pelanggan tercatat berangkat dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya. Sementara itu, sebanyak 490.136 pelanggan tiba di berbagai stasiun tujuan di wilayah yang sama.

Stasiun Surabaya Gubeng menjadi stasiun dengan mobilitas penumpang tertinggi selama April 2026. Tercatat sebanyak 150.862 pelanggan berangkat dan 146.795 pelanggan tiba di stasiun tersebut.

Mobilitas tinggi juga terjadi di Stasiun Surabaya Pasarturi serta Stasiun Malang yang menjadi salah satu titik utama keberangkatan dan kedatangan penumpang di wilayah Jawa Timur.

KAI Daop 8 Surabaya juga terus melakukan peningkatan layanan melalui berbagai inovasi dan pembaruan fasilitas di stasiun maupun kereta api guna mendukung transportasi publik yang modern, aman, dan efisien.

Mahendro menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian dari upaya KAI dalam menjaga kenyamanan pelanggan sekaligus mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi massal yang ramah lingkungan. (frchn)