Kegiatan ini melibatkan tiga museum, yakni Museum Etnografi Universitas Airlangga, Museum Mpu Tantular Sidoarjo, dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Kolaborasi tersebut menghadirkan beragam koleksi yang disusun menjadi sebuah narasi tentang kehidupan, tradisi, serta nilai-nilai budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya, Saidatul Ma’munah, mengatakan konsep imersif sengaja dihadirkan agar museum semakin relevan dan menarik bagi generasi muda. Menurutnya, pengunjung tidak hanya diajak melihat koleksi, tetapi juga terlibat langsung dalam perjalanan cerita yang dibangun melalui tema Pertiwi.
Selain pameran imersif, Cross Musea Pertiwi juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti diskusi publik bertajuk "Aku dan Pertiwi", pertunjukan live music, serta kuis berhadiah yang dapat diikuti pengunjung selama pelaksanaan acara.