Karhutla Berakhir, Jalur Arjuno-Welirang Masih Ditutup

wisata | 01 September 2026 19:04

Karhutla Berakhir, Jalur Arjuno-Welirang Masih Ditutup
Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan di kawasan Gunung Arjuno untuk memastikan sisa bara tidak kembali memicu kebakaran. (dok kompas)

PASURUAN, PustakaJC.co — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Gunung Arjuno, telah padam. Namun, jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang masih ditutup karena petugas masih melakukan pembasahan dan pemantauan di kawasan terdampak, Selasa, (1/9/2026).

 

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini mengatakan, api yang sempat kembali muncul di kawasan Lembah Kijang, Gunung Arjuno, pada Minggu (31/8/2026) malam kini telah berhasil dipadamkan.

 

Meski kobaran api sudah tidak terlihat, petugas masih melakukan pembasahan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran.

 

Sebanyak 20 personel gabungan yang terdiri atas polisi hutan dan relawan masih diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan pembasahan.

 

“Ada 20 personel yang masih terus melakukan pembasahan dengan menyiram pada pohon yang menyisakan bara guna mengantisipasi api kembali menyala,” kata Agustiningtyas, dikutip dari kompas.com, Selasa, (1/9/2026).

 

Berdasarkan catatan UPT Tahura Raden Soerjo, total kawasan yang terbakar di Gunung Arjuno sejak 18 hingga 30 Agustus 2026 mencapai 398,44 hektare.

 

Kebakaran tersebut melanda sejumlah kawasan di sisi Gunung Arjuno yang berada di wilayah Kota Batu dan Kabupaten Pasuruan.

 

 

Jalur Pendakian Belum Dibuka

 

Padamnya api belum menjadi tanda bahwa jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang dapat kembali digunakan.

 

UPT Tahura Raden Soerjo masih menutup seluruh jalur pendakian demi keselamatan masyarakat. Petugas masih harus memastikan kondisi kawasan aman dan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi kembali terbakar.

 

“Saat ini belum dibuka karena demi keamanan para pendaki sekaligus masih ada petugas yang masih terus memantau serta melakukan pembasahan pascakebakaran,” ujar Agustiningtyas.

 

Penutupan jalur pendakian sebelumnya diberlakukan sejak 19 Agustus 2026, sehari setelah kebakaran mulai melanda kawasan Tahura Raden Soerjo pada 18 Agustus.

 

Selama proses penanganan, pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Salah satu metode yang digunakan untuk membantu pemadaman adalah water bombing.

 

 

Ribuan Pendaki Terdampak

 

Penutupan jalur pendakian turut berdampak terhadap calon pendaki yang sebelumnya telah melakukan pemesanan.

 

Agustiningtyas menyebut, jumlah pemesanan pendakian Gunung Arjuno-Welirang telah mencapai sekitar 4.000 orang.

 

Meski demikian, pembukaan kembali jalur belum dapat dilakukan sampai seluruh proses pembasahan dan pemantauan selesai.

 

Petugas saat ini masih berkonsentrasi memastikan kawasan yang terbakar benar-benar aman. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api sekaligus menjaga keselamatan pendaki ketika jalur nantinya dibuka.

 

Dengan kondisi tersebut, masyarakat dan calon pendaki diminta menunggu informasi resmi dari pengelola Tahura Raden Soerjo sebelum kembali melakukan pendakian Gunung Arjuno-Welirang. (ivan)