SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dengan meresmikan OPOP Training Center (One Pesantren One Product) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu, (17/12/2025). Peresmian ini menandai penguatan kolaborasi strategis antara pesantren, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi berbasis teknologi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, OPOP merupakan program strategis yang telah dirintis sejak periode awal kepemimpinannya dan terus berkembang hingga direplikasi di berbagai daerah. Kehadiran ITS dinilai memberi nilai tambah signifikan, mulai dari desain produk, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga sertifikasi halal. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Kamis, (18/12/2025).
“Mulai dari desain produk, AI, sampai sertifikasi halal. Terima kasih atas sinergi semua elemen strategis untuk pengembangan OPOP,” ujar Khofifah.
Menurutnya, OPOP Training Center di ITS diharapkan menjadi pusat produksi, inovasi, dan diseminasi teknologi bagi pelaku usaha pesantren. Fasilitas rumah produksi, dukungan sertifikasi halal, serta pengembangan aplikasi akan memperluas akses pasar produk OPOP.
“Inilah nilai tambah luar biasa jika sinergi ini dimaksimalkan. Pemanfaatan AI dan pengembangan startup berbasis pesantren akan membuka peluang pasar yang jauh lebih luas,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa menyebut peresmian OPOP Training Center sebagai bukti komitmen dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program prioritas Pemprov Jatim berbasis pesantren.
“OPOP Training Center ITS menjadi wadah pengembangan berkelanjutan bagi OPOP Jawa Timur ke depan,” kata Endy.
Rektor ITS Bambang Pramujiati menegaskan kesiapan ITS menjadi mitra strategis Pemprov Jatim untuk mendampingi OPOP agar benar-benar naik kelas dan berdaya saing, termasuk dalam hal sertifikasi halal, desain produk, hingga administrasi ekspor.
“Kualitas harus menjadi fondasi utama. Produk pesantren harus dibeli karena mutunya bagus, bukan karena rasa kasihan. Itulah tujuan kita agar produk pesantren naik kelas,” tegas Bambang.
Peresmian OPOP Training Center di ITS diharapkan mempercepat transformasi ekonomi pesantren Jawa Timur menuju produk unggulan yang inovatif, kompetitif, dan berorientasi pasar. (ivan)