Presiden Prabowo Utus Menag ke Mesir, Bahas Cabang Al-Azhar dan Diplomasi Ekoteologi

bumi pesantren | 18 Januari 2026 19:36

Presiden Prabowo Utus Menag ke Mesir, Bahas Cabang Al-Azhar dan Diplomasi Ekoteologi
Menag sebelum keberangkatan ke Mesir di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Minggu, (18/1/2026). (dok kemenag)

JAKARTA, PustakaJC.co - Presiden Prabowo Subianto mengutus Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar ke Mesir untuk menjalankan dua agenda strategis negara: membahas rencana pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia serta memperkuat diplomasi keagamaan Indonesia melalui forum internasional bertema ekoteologi.

 

Menag Nasaruddin Umar bertolak ke Mesir pada Minggu, (18/1/2026) dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Ia menegaskan kehadirannya merupakan mandat langsung Presiden RI dalam rangka memperluas kerja sama pendidikan Islam global. Dilansir dari kemenag.go.id, Minggu, (18/1/2026).

 

“Ini tindak lanjut arahan Presiden terkait peluang kerja sama pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia, sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral negara-negara Muslim,” ujar Nasaruddin sebelum keberangkatan.

 

 

 

Menurut Menag, pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara. Selama ini, ribuan mahasiswa harus menempuh studi langsung ke Mesir dengan berbagai tantangan jarak, ekonomi, dan situasi regional.

 

“Sudah waktunya Al-Azhar membuka cabang di Indonesia. Anak-anak Asia Tenggara cukup belajar di sini, dengan dosen dan sistem pembelajaran Al-Azhar disiapkan di Indonesia,” tegasnya.

 

Selain memperluas akses pendidikan, rencana ini juga dinilai dapat meringankan beban Mesir yang saat ini menghadapi lonjakan mahasiswa internasional dan tekanan ekonomi akibat situasi global. Menag menyebut gagasan tersebut telah mendapat dukungan dari sejumlah negara sahabat, seperti Qatar, Abu Dhabi, dan Yordania.

 

 

 

Skema kerja sama yang akan dibahas meliputi program dual degreejoint faculty, hingga penyelenggaraan pendidikan langsung dengan pengajar dari Universitas Al-Azhar.

 

Selain agenda pendidikan, Menag juga dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional tentang ekoteologi di Universitas Al-Azhar, Kairo. Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut merupakan mandat Presiden untuk menyampaikan pendekatan keagamaan dalam isu pelestarian lingkungan.

 

“Indonesia dinilai paling representatif untuk berbicara tentang ekoteologi saat ini,” kata Menag.

 

 

 

Ia menambahkan, konsep ekoteologi Indonesia sebelumnya telah mendapat perhatian luas dalam forum lintas agama internasional, termasuk di Vatikan, dan mendapat respons positif dari para pemimpin dunia.

 

Menag berharap kunjungan ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam global sekaligus memperluas peran diplomasi keagamaan Indonesia di tingkat internasional. (ivan)