Forum konsultasi menegaskan bahwa seluruh proses telah melalui mekanisme resmi organisasi, termasuk pembinaan dan tabayyun kepada Ketua Umum sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar NU. Sejumlah isu yang memicu kontroversi, seperti penyelenggaraan Akademi Kepemimpinan Nasional NU dan tata kelola keuangan PBNU, turut menjadi bagian dari evaluasi kelembagaan.
Seluruh tahapan dan keputusan tersebut telah disampaikan secara terbuka kepada jajaran PWNU di tingkat provinsi, PCNU di tingkat kabupaten dan kota, serta PCINU yang tersebar di lebih dari 30 negara. Langkah ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan kepercayaan warga NU di seluruh tingkatan.
Di tengah dinamika tersebut, banyak kalangan NU mengakui kapasitas KH Yahya Cholil Staquf sebagai salah satu kader terbaik NU dengan basis keulamaan dan kepesantrenan yang kuat. Sosoknya bahkan kerap dianggap merepresentasikan kerinduan warga Nahdliyin terhadap figur KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Dengan tercapainya ishlah dan dipulihkannya struktur kepengurusan, PBNU menegaskan komitmen menjaga marwah jam’iyah melalui musyawarah, akhlaq, dan mekanisme organisasi. Kepemimpinan PBNU diharapkan kembali fokus menjalankan agenda strategis keumatan dan kebangsaan. (ivan)