KALIMANTAN, PustakaJC.co - Ribuan jamaah memadati kawasan Martapura, Kalimantan Selatan, dalam peringatan Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan, Kamis, (26/3/2026). Kegiatan berlangsung khusyuk dan menjadi momentum syukur sekaligus ajang meneladani perjuangan ulama pewaris Nabi.
Sejak 22 hingga 26 Maret 2026, kawasan Kubah Kelampayan dan Masjid Tuhfaturraghibin Dalam Pagar dipadati jamaah dari berbagai daerah. Mereka datang untuk berzikir, berdoa, serta mengharap keberkahan dari sosok ulama besar yang berpengaruh dalam perkembangan Islam di Nusantara. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (27/3/2026).
Puncak haul bertepatan dengan 6 Syawal 1447 H. Tradisi ini menjadi agenda religius tahunan masyarakat Kalimantan Selatan sekaligus destinasi ziarah yang terus menarik minat umat.
Sebagai ulama besar, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari meninggalkan warisan keilmuan penting. Karyanya seperti Sabilal Muhtadin masih menjadi rujukan utama dalam kajian fiqih, sementara Tuhfatur Raghibin membahas dasar-dasar keimanan dan hal-hal yang merusaknya.
Dalam acara tersebut, salah satu zuriat beliau, Daudi Zein, membacakan manaqib dan mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat Allah. Ia menegaskan bahwa berkumpul dalam haul merupakan bentuk syukur atas hadirnya ulama besar di tengah umat.
“Tidaklah kita berkumpul di tempat ini melainkan untuk mengingat nikmat Allah,” ujarnya, mengutip Surah Ad-Duha ayat 11.
Ia juga menekankan pentingnya mengingat kebaikan orang-orang saleh sebagai bagian dari ajaran Rasulullah. Dalam kesempatan itu, dibacakan pula kisah perjalanan hidup Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sejak lahir hingga menjadi ulama besar yang menguasai syariat, tarekat, dan hakikat.
Dari sisi pengamanan, sekitar 60 personel Banser Banjar diterjunkan di sejumlah titik strategis untuk mengurai kepadatan jamaah. Selain itu, sekitar 800 personel kepolisian dan 2.300 relawan turut membantu kelancaran kegiatan.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi, menyebut pengamanan haul merupakan bentuk khidmat kepada ulama. “Ini wujud syukur atas jasa Datu Kalampayan,” katanya.
Panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari dapur umum, layanan kesehatan, hingga 13 titik kantong parkir untuk mengurai kemacetan. Layanan kesehatan didukung puluhan tenaga medis lengkap dengan ambulans yang bersiaga selama kegiatan berlangsung.
Dengan kekhusyukan dan keterlibatan ribuan jamaah, Haul ke-220 ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga pengingat kuat akan pentingnya meneladani ulama sebagai pewaris ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari. (ivan)