Jejak Perang Uhud Jadi Pengingat Abadi Pentingnya Taat kepada Rasulullah SAW

bumi pesantren | 03 Juli 2026 06:35

Jejak Perang Uhud Jadi Pengingat Abadi Pentingnya Taat kepada Rasulullah SAW
Dok b

SURABAYA, PustakaJC.co – Kawasan Perang Uhud di Kota Madinah menjadi salah satu destinasi ziarah yang selalu dikunjungi jamaah haji dan umrah. Selain menyimpan jejak perjuangan Rasulullah SAW, lokasi tersebut menghadirkan pelajaran besar tentang arti ketaatan, disiplin, dan konsekuensi dari mengabaikan perintah pemimpin.

 

Mutowif atau pemandu ibadah di Madinah, Ustadz Ibrohim Fadlannul Haq, menjelaskan Perang Uhud tidak dapat dipisahkan dari kemenangan kaum Muslimin pada Perang Badar yang terjadi setahun sebelumnya. Kekalahan di Badar membuat kaum Quraisy kembali menyerang Madinah pada tahun ketiga Hijriah dengan membawa sekitar 3.000 pasukan.

 

Menghadapi ancaman tersebut, Rasulullah SAW bersama para sahabat memutuskan menyambut pasukan Quraisy di luar Kota Madinah. Dari sekitar 1.000 pasukan Muslim yang berangkat, sebanyak 300 orang dari golongan munafik memilih mundur, sehingga hanya tersisa sekitar 700 pasukan yang menghadapi musuh.

 

 

Dalam strategi peperangan, Rasulullah SAW menempatkan 50 pemanah terbaik di Bukit Pemanah atau Jabal Rumat. Mereka diperintahkan tetap bertahan di posisinya apa pun yang terjadi hingga ada instruksi langsung dari Rasulullah SAW.

 

Pada awal pertempuran, pasukan Muslim berhasil menguasai keadaan dan membuat barisan Quraisy kocar-kacir. Namun, sebagian pemanah meninggalkan posnya karena mengira perang telah usai dan turun untuk mengambil harta rampasan perang.

 

Keputusan tersebut menjadi titik balik jalannya pertempuran. Kesempatan itu dimanfaatkan Khalid bin Walid, yang saat itu masih berada di pihak Quraisy, untuk memimpin pasukan menyerang dari belakang melalui bukit yang telah kosong.

 

 

Serangan mendadak itu membuat posisi kaum Muslimin berbalik terdesak dan menimbulkan banyak korban syahid. Peristiwa tersebut menjadi salah satu pelajaran paling berharga dalam sejarah Islam tentang pentingnya mematuhi perintah Rasulullah SAW, meskipun situasi terlihat telah menguntungkan.

 

Menurut Ustadz Ibrohim, makam para syuhada Uhud yang kini menjadi lokasi ziarah mengingatkan umat Islam bahwa kemenangan bukan hanya ditentukan oleh jumlah pasukan atau kekuatan senjata, tetapi juga oleh ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

 

Hingga kini, kawasan Uhud tetap menjadi destinasi penting bagi jamaah haji dan umrah. Selain mengenang perjuangan para sahabat Rasulullah SAW, lokasi tersebut menjadi tempat mengambil ibrah agar nilai disiplin, kepatuhan, dan pengorbanan tetap terpatri dalam kehidupan umat Islam.

(int)