Sudah Menjadi Tradisi Sejak Muktamar Awal
Kiai Miftach mengatakan tradisi perbedaan pendapat juga telah muncul di lingkungan NU sejak organisasi tersebut berdiri. Bahkan, sejumlah persoalan pada masa awal NU sempat memunculkan perdebatan yang cukup tajam.
Dalam kondisi tersebut, Bahtsul Masail menjadi salah satu ruang untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul.
“Pada periode Muktamar pertama, kedua, dan ketiga, Bahtsul Masail itulah sebagai wahana untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” terangnya.
Ia menilai keberadaan Bahtsul Masail menjadi bagian penting dari tradisi intelektual NU karena mampu mempertemukan berbagai pandangan untuk dibahas berdasarkan sumber dan metodologi keilmuan Islam.