Menjaga Tradisi Pesantren di Tengah Perubahan Zaman

bumi pesantren | 24 Agustus 2026 19:01

 

Susunan tersebut memperlihatkan benang merah pemikiran Gus Kikin bahwa perubahan sosial tidak semata-mata dimulai dari perkembangan teknologi, tetapi dari kualitas manusia yang menggunakannya.

 

Karena itu, pembahasan tentang AI, media sosial dan lingkungan memiliki keterkaitan dengan tema ilmu, adab, spiritualitas dan pendidikan yang dibahas pada bagian sebelumnya.

 

Dalam pandangannya mengenai pesantren, Gus Kikin tidak menempatkan lembaga pendidikan tersebut hanya sebagai penjaga tradisi. Pesantren juga dipandang sebagai ruang kaderisasi yang harus berkembang sesuai kebutuhan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya.

 

Tema adab, regenerasi ulama, kualitas guru, kepemimpinan hingga pengembangan kitab kuning ditempatkan dalam kerangka bagaimana pesantren tetap memiliki akar yang kuat, sekaligus mampu menghadapi perubahan.

 

Pandangan tersebut relevan dengan kondisi pendidikan saat ini yang tidak hanya membutuhkan manusia berpengetahuan, tetapi juga memiliki karakter.