Menatap Masa Depan Perguruan Tinggi NU Lewat Kolaborasi LPT PCNU Jombang dan PustakaJC

bumi pesantren | 29 Agustus 2026 19:29

 

Tidak Harus Besar, Tetapi Harus Berkualitas

 

Faishal menegaskan bahwa perguruan tinggi NU tidak harus memiliki ukuran yang sama. Setiap kampus dapat memilih jalur pengembangannya sesuai dengan kemampuan dan karakter masing-masing.

 

Ada kampus yang diarahkan menjadi research university dengan penguatan riset dan sumber daya manusia. Ada pula yang memilih fokus sebagai teaching university dengan konsentrasi pada kualitas pembelajaran.

 

“Tidak perlu besar, tapi kompak, kemudian fokus pada kualitas,” ujarnya.

 

Menurutnya, kampus-kampus yang telah berkembang dapat menjadi role model bagi perguruan tinggi NU lainnya. Penguatan kualitas tersebut nantinya dapat diarahkan pada pembentukan komunitas riset serta pusat-pusat unggulan.

 

Ia juga menyebut adanya rencana pengembangan tujuh pusat unggulan yang difokuskan pada perguruan tinggi NU yang berada di bawah kepemilikan Nahdlatul Ulama.

 

Persoalan Akses dan Kualitas Pendidikan

 

Pembahasan podcast juga menyentuh persoalan perguruan tinggi NU di luar Jawa. Faishal mengungkapkan, sejumlah kampus masih menghadapi persoalan infrastruktur, sistem informasi akademik hingga pembiayaan mahasiswa.

 

Sebagian mahasiswa PTNU berasal dari kelompok ekonomi bawah. Karena itu, beasiswa menjadi salah satu faktor penting agar mereka tetap dapat mengakses pendidikan tinggi.

 

Selain persoalan ekonomi, jarak juga menjadi tantangan. Sejumlah perguruan tinggi berada di wilayah pedalaman sehingga akses mahasiswa menuju kampus tidak selalu mudah.

 

Karena itu, LPTNU mendorong pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh serta pemanfaatan sistem yang telah dimiliki kampus tertentu untuk dapat direplikasi di kampus lainnya.

 

“Hal-hal mendasar itu kemudian menjadi persoalan yang harus kita selesaikan satu per satu,” tuturnya.

 

Di sisi lain, penguatan kualitas dosen juga menjadi perhatian. Menurut Faishal, banyak dosen di perguruan tinggi NU memiliki semangat pengabdian yang tinggi.

 

Karena itu, perhatian terhadap dosen tidak hanya berkaitan dengan besaran penghasilan, tetapi juga kesempatan melakukan penelitian, menulis, meningkatkan keahlian dan memperoleh lingkungan akademik yang nyaman.