Menag Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Harus Jadi Inspirasi Moral dan Etika Riset Kedokteran di PTKIN

bumi pesantren | 12 September 2026 17:54

Menag Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Harus Jadi Inspirasi Moral dan Etika Riset Kedokteran di PTKIN
Ilustrasi menempatkan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi nilai dan etika moral dalam pengembangan ilmu kedokteran, khususnya bagi para mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). (dok kemenag)

JAKARTA, PustakaJC.co - Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA menegaskan pentingnya menempatkan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi nilai dan etika moral dalam pengembangan ilmu kedokteran, khususnya bagi para mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

 

Nasaruddin menilai, sains dan agama tidak boleh diposisikan secara bertolak belakang. Ilmu kedokteran memberikan metode pengobatan medis, sementara nilai keagamaan memberikan arah moral agar ilmu pengetahuan tidak kehilangan dimensi kemanusiaannya.

 

"Agama dan sains tidak perlu dipertentangkan. Agama memberikan orientasi nilai dan arah moral, sedangkan sains memberikan metode untuk mengamati, meneliti, dan menemukan pengetahuan," ujar Nasaruddin Umar dikutip dari kemenag.go.id, Sabtu, (12/9/2026).

 

 

 

Menjaga Martabat Manusia

 

Menurut Menag, seorang dokter tidak sekadar berhadapan dengan objek medis atau organ tubuh, melainkan dengan manusia yang memiliki rasa sakit, kecemasan, dan harapan. Oleh karena itu, kemampuan diagnosis medis harus diimbangi dengan penghormatan terhadap martabat kemanusiaan.

 

Ia mengimbau agar mahasiswa kedokteran PTKIN memanfaatkan keunggulan ganda yang mereka miliki: menguasai sains modern sekaligus berakar kuat pada tradisi keislaman. Integrasi ini diharapkan mampu memicu tradisi riset yang menjawab persoalan riil masyarakat.

 

"Dari kampus-kampus Islam, kita berharap lahir generasi dokter dan ilmuwan yang tidak hanya cerdas pikirannya dan kuat risetnya, tetapi juga bersih hatinya serta luhur akhlaknya," tambahnya.

 

 

Dorong Riset Berbasis Masalah Nyata

 

Nasaruddin juga mendorong agar riset kedokteran di PTKIN tidak sekadar berfokus pada kuantitas publikasi ilmiah, tetapi menyentuh isu-isu krusial. Beberapa fokus riset yang disoroti antara lain:

  • Kesehatan Masyarakat & Mental: Penanganan kesehatan menyeluruh dari hulu ke hilir.
  • Tantangan Zaman: Dampak penuaan populasi, penyakit degeneratif, hingga nutrisi dan lingkungan.
  • Etika Teknologi: Penerapan etika kedokteran di tengah pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence).

 

Mengutip QS. Adz-Dzariyat [51]: 21 dan QS. Yunus [10]: 57, Menag mengingatkan bahwa Al-Qur'an memantik sikap ilmiah untuk terus belajar dan mendalami rahasia kehidupan. Ia berharap para dokter masa depan mampu membaca kebesaran Tuhan melalui cabang ilmu yang mereka tekuni, sehingga melahirkan pribadi yang makin rendah hati. (ivan)