SURABAYA, PustakaJC.co - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendukung penuh langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang berencana memperluas jangkauan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) ke lembaga pondok pesantren (ponpes).
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah, menilai kebijakan tersebut sebagai terobosan konkret untuk menyetarakan hak pendidikan bagi para santri sekaligus menghapus diskriminasi antara pendidikan formal umum dan keagamaan. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (8/10/2026).
"Perluasan bantuan Bopda ini sebagai ikhtiar Surabaya dalam rangka menyetarakan hak pendidikan bagi santri di Surabaya. Santri kini diposisikan setara dengan siswa sekolah umum formal dalam hal pemenuhan hak-hak dasar penunjang mutu pembelajaran," ujar Laila di Surabaya, Kamis, (8/10/2026).
Meski memberikan dukungan penuh, Laila mengingatkan Pemkot Surabaya agar tetap mengedepankan asas kepatuhan terhadap regulasi keuangan daerah. Mengingat ponpes secara institusional berada di bawah naungan vertikal Kementerian Agama (Kemenag), kejelasan payung hukum menjadi hal krusial untuk mencegah terjadinya tumpang tindih anggaran (overlapping).
"Legalitas penyaluran, ketepatan sasaran, serta standar kapasitas manajemen akuntansi internal pondok pesantren harus menjadi syarat utama sebelum dana operasional digulirkan," tegasnya.
Berdasarkan data perencanaan pembangunan daerah yang merujuk pada data Kemenag, program perluasan alokasi Bopda ini ditargetkan menyasar sekitar 117 ponpes di Kota Surabaya. Saat ini, Dinas Pendidikan Pemkot Surabaya tengah mengintensifkan sinkronisasi dan pemadanan data silang antara Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbudristek dengan sistem EMIS Kemenag.
Terkait besaran bantuan, setiap santri yang memenuhi syarat direncanakan menerima alokasi dana sebesar Rp150 ribu per bulan. Namun, Laila menyebut formulasi akhir penyalurannya masih dalam tahap pematangan.
"Kami masih menunggu skema terbaik, apakah dengan mekanisme Bopda untuk ponpes dengan sasaran santri, atau berupa pemberian beasiswa kepada setiap santri yang memenuhi syarat," pungkas Laila. (ivan)