Ia menekankan bahwa bantuan fisik berupa sarana fisik air bersih dan sanitasi harus berjalan seiring dengan pemahaman perilaku hidup bersih agar manfaatnya dapat bertahan dalam jangka panjang.
"Keberadaan sarana air bersih dan sanitasi harus dibarengi perilaku hidup bersih agar manfaatnya benar-benar dirasakan para santri," tambahnya.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari kalangan pengasuh pesantren. Pimpinan Pondok Pesantren Ngalah sekaligus Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, Gus Assoc. Prof. Kholid Murtadlo, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai penunjang utama kelancaran ibadah dan kegiatan belajar santri.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pesantren Pasuruan, KH Taufiq, menyambut positif langkah sinergis antara dunia usaha, pemerintah, dan lembaga keagamaan ini. Menurutnya, pemenuhan air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak merupakan kebutuhan mendasar di lingkungan pondok pesantren.