Ketua LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Amelia Fauzia, menjelaskan bahwa program tersebut diikuti 18 peserta terpilih. Mereka terdiri atas 14 perempuan dan empat laki-laki yang berasal dari Aljazair, Maroko, Pakistan, Gambia, Filipina, dan Indonesia.
Peserta dari Indonesia berasal dari kalangan dosen dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok, serta kader Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI).
Selama delapan hari, peserta mengikuti kuliah akademik, diskusi interaktif, lokakarya, serta pembelajaran lapangan yang melibatkan 13 narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan pegiat keadilan gender.
Program ini juga terhubung dengan proyek riset internasional Religious Gender Justice yang dipimpin Associate Professor Kaja Borchgrevink dari Peace Research Institute Oslo (PRIO), Norwegia, di empat negara.
Amelia mengatakan, kajian dalam program tersebut mencakup proses produksi dan interpretasi pengetahuan Islam hingga penerapannya dalam kehidupan sosial. Kontribusi ulama perempuan menjadi salah satu fokus, terutama dalam isu keadilan gender, otoritas keagamaan, bina damai, pelestarian lingkungan, dan transformasi sosial.
“Melalui kursus singkat ini, kami mengajak peserta mengkaji bagaimana pengetahuan Islam diproduksi, ditafsirkan, dan diterjemahkan ke dalam aksi sosial. Kita mempelajari bagaimana ulama perempuan berkontribusi dalam keadilan gender, otoritas keagamaan, bina damai (peacebuilding), tanggung jawab pelestarian lingkungan, dan transformasi sosial,” jelas Amelia.