SURABAYA, PustakaJC.co – Kampus dinilai harus menjadi ruang dialektika bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan serta memberikan kontribusi terbaik, tidak hanya bagi lingkungan akademik, tetapi juga untuk bangsa dan negara. Hal itu disampaikan Cahyo Harjo Prakoso dalam forum kebangsaan bersama mahasiswa, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Cahyo, mahasiswa memiliki peran penting sebagai aktor intelektual yang mampu menjaga semangat nasionalisme di tengah dinamika zaman. Ia menegaskan bahwa kampus semestinya menjadi sarana pembentukan karakter, pemikiran kritis, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.
“Kampus harus menjadi ruang berdialektika kita bersama. Dari kampus, mahasiswa dapat memberikan sumbangsih terbaik, baik untuk diri sendiri, institusi pendidikan, maupun negara,” ujar Cahyo. Demikian dikutip dari jawapos.com, Sabtu (23/5/2026).
Ia juga optimistis setiap mahasiswa memiliki pemahaman yang berbeda terkait makna nasionalisme. Perbedaan tersebut, lanjutnya, justru menjadi kekuatan yang perlu dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya yakin setiap mahasiswa punya cara pandang sendiri mengenai nasionalisme. Tinggal bagaimana semangat itu terus dijaga sebagai landasan perjuangan mahasiswa,” katanya.
Cahyo berharap mahasiswa tetap aktif berkontribusi melalui pemikiran kritis, diskusi, dan aksi nyata demi memperkuat nilai kebangsaan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. (frchn)