“Untuk Jalan Kapasan tahun ini dilakukan perbaikan dan penambalan pada titik yang rusak atau bergelombang. Sedangkan pengaspalan ulang kami usulkan untuk tahun depan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penentuan prioritas perbaikan jalan mempertimbangkan tingkat kerusakan, volume kendaraan yang melintas, serta tingkat urgensi di lapangan. Karena itu, tidak semua ruas jalan dapat langsung dilakukan pengaspalan ulang secara bersamaan.
Selain faktor usia jalan, cuaca dan tingginya mobilitas kendaraan berat juga menjadi penyebab percepatan kerusakan di beberapa titik. Meski demikian, Pemkot Surabaya memastikan pemantauan kondisi jalan terus dilakukan melalui survei lapangan dan laporan masyarakat.