Parkir Tunai Mulai Ditinggalkan, 926 Jukir Surabaya Kini Layani Pembayaran QRIS

surabaya | 11 Juni 2026 07:52

Parkir Tunai Mulai Ditinggalkan, 926 Jukir Surabaya Kini Layani Pembayaran QRIS
Juru parkir digital melayani pengguna kendaraan yang melakukan pembayaran parkir menggunakan QRIS di salah satu kawasan Kota Surabaya. Program digitalisasi parkir terus diperluas untuk meningkatkan transparansi dan kemudahan layanan kepada masyarakat. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat digitalisasi layanan publik melalui sistem parkir non tunai. Hingga awal Juni 2026, sebanyak 926 juru parkir (jukir) telah tergabung dalam sistem parkir digital dan melayani pembayaran menggunakan QRIS maupun uang elektronik.

 

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebanyak 819 jukir. Penambahan petugas menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya menghadirkan layanan parkir yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Dilansir dari jawapos.com, Kamis, (11/6/2026).

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan digitalisasi parkir memberikan banyak manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

 

“Semakin luas penerapan parkir digital, semakin besar pula manfaat bagi masyarakat. Selain mempermudah transaksi, sistem ini mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan parkir di lapangan,” ujarnya, Rabu, (10/6/2026).

 

 

Menurut Trio, pembayaran non tunai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menciptakan tata kelola perparkiran yang lebih tertib, efektif, dan efisien.

 

Selain menambah jumlah petugas, Dishub Surabaya juga memperluas penerapan parkir digital ke sejumlah titik baru. Sebelumnya, layanan ini telah diterapkan di kawasan Bratang Binangun, Bratang Gede, Ngagel Tengah, Nginden, Nginden Semolo, Prapen, Tenggilis Barat, Klampis, Jagir Wonokromo, Manyar Kertoarjo, Manyar Tegal, Rungkut, Bukit Darmo Boulevard, Kupang Gunung, Darmokali, dan Karang Menjangan.

 

Kini, sistem parkir digital juga hadir di Jalan Stasiun Kota, Jalan Perak Timur, Jalan Perak Barat, dan Jalan Tambak Bening yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat cukup tinggi.

 

Meski demikian, Dishub Surabaya mengakui kebiasaan masyarakat menggunakan uang tunai masih menjadi tantangan dalam penerapan sistem baru tersebut. Karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada pengguna jasa parkir terus dilakukan.

 

“Kami mendorong petugas untuk aktif memberikan informasi kepada pengguna jasa parkir mengenai mekanisme pembayaran digital. Semakin sering masyarakat menggunakan transaksi non tunai, semakin cepat proses adaptasi terhadap sistem ini,” pungkas Trio. (ivan)