SURABAYA, PustakaJC.co - Menjelang perhelatan akbar Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 pada 4 Oktober mendatang, sebanyak 250 pelari mengikuti kegiatan pemanasan Road to Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Selasa, (15/9/2026).
Mengusung konsep fun run sejauh 6 kilometer, para peserta diajak menyusuri rute heritage ikonik Kota Pahlawan, mulai dari Siola, Tugu Pahlawan, Tugu Bambu Runcing, hingga Hotel Majapahit. Dilansir dari suarasurabaya.net, Kamis, (17/9/2026).
Ajang pemanasan tiga minggu jelang race day ini tak sekadar diwarnai aksi lari dan parade unik, tetapi juga menjadi momentum penegasan bahwa Surabaya siap level up menjadi kota yang ramah bagi para pelari.
Event puncak mendatang diperkirakan bakal menyedot sekitar 11.000 peserta yang terbagi dalam berbagai kategori, mulai dari Kids Dash, 5K, 10K, Half Marathon (21K), hingga Full Marathon (42K) berpusat di Balai Kota Surabaya.
Perwakilan Surabaya ISOPLUS Marathon, Khristian Vandiartha, memohon dukungan penuh dari masyarakat setempat terkait rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan oleh Dinas Perhubungan dan Polrestabes Surabaya demi kelancaran serta keamanan para pelari.
"Kami nyuwun dukungan penuh masyarakat Surabaya untuk tanggal 4 Oktober nanti, pinjam dulu jalannya di Minggu pagi... Matur suwun, arek-arek Suroboyo!" ujar Vandi.
Tips Atasi Susah Tidur Jelang Lomba
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi di Taman Prestasi bersama Official Running Coach ISOPLUS Run Series 2026, Andy Sugiyanto. Dalam pemaparannya, Coach Andy menyoroti kecemasan umum para pelari yang sering mengalami sulit tidur pada malam sebelum kompetisi akibat lonjakan adrenalin.
Menurut Coach Andy, kondisi kurang tidur pada H-1 merupakan hal yang wajar dan kerap dialami pelari berpengalaman. Kunci performa utama sejatinya terletak pada cadangan energi dari kualitas tidur 2–3 hari sebelumnya. Untuk mengatasi rasa gugup dan insomnia jelang perlombaan, ia membagikan enam tips praktis:
- Atur Pernapasan: Lakukan teknik pernapasan teratur agar sistem saraf rileks.
- Pembatasan Gadget: Hentikan penggunaan layar minimal satu jam sebelum tidur untuk menjaga produksi hormon melatonin.
- Pikiran Positif: Bangun optimisme dan keyakinan atas porsi latihan yang telah dijalani.
- Asupan Hangat: Konsumsi makanan atau minuman hangat seperti susu untuk membantu relaksasi tubuh.
- Kendalikan Rasa Panik: Pahami bahwa sedikit desakan gairah/debaran jantung adalah respons alami tubuh untuk bersiap tampil.
- Percaya Diri: Tetap yakin terhadap persiapan dan kapasitas fisik diri sendiri.
Di samping kesiapan mental, kecukupan hidrasi dan nutrisi menjadi perhatian utama. Vandi menambahkan pentingnya menjaga asupan elektrolit sebelum, saat, dan sesudah berlari guna menggantikan cairan tubuh yang hilang.
Bagi peserta yang telah terdaftar, pengambilan perlengkapan lari (Race Pack Collection) dijadwalkan berlangsung pada 2–3 Oktober 2026 di Mal Ciputra World Surabaya, sebelum bersiap memadati garis start di Balai Kota pada 4 Oktober 2026. (ivan)