Surabaya Gerakkan Urban Farming untuk Tekan Harga Cabai Jelang Akhir Tahun

surabaya | 02 November 2026 18:34

Surabaya Gerakkan Urban Farming untuk Tekan Harga Cabai Jelang Akhir Tahun
Kegiatan menanam cabai di Kota Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggerakkan masyarakat, kelompok tani, hingga komunitas urban farming untuk memperbanyak penanaman cabai. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga cabai di pasaran menjelang akhir tahun 2026.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, hasil panen dari gerakan penanaman cabai tersebut ditargetkan mulai tersedia pada Desember 2026. Tambahan pasokan dari masyarakat diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan harga cabai di pasar. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (2/11/2026).

 

“Gerakan penanaman cabai telah dimulai sejak akhir Agustus hingga awal September 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membagikan bibit cabai kepada masyarakat untuk ditanam secara mandiri,” kata Nanik di Surabaya, Senin, (2/11/2026).

 

 

 

Menurutnya, Pemkot Surabaya juga memperkuat gerakan tersebut melalui Surabaya Urban Farming Competition. Program ini melibatkan warga di berbagai kampung untuk menanam dan merawat cabai sehingga hasilnya dapat dipanen menjelang akhir tahun.

 

Nanik berharap hasil panen dari masyarakat dan kelompok yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menambah ketersediaan cabai di pasaran.

 

“Harapannya pada Desember nanti sudah ada hasil panen dari masyarakat maupun kelompok-kelompok yang mengikuti kegiatan ini. Dengan begitu, hasil panennya bisa ikut menambah pasokan cabai di pasaran sehingga membantu menekan harga,” ujarnya.

 

Selain melibatkan masyarakat, DKPP Surabaya turut mendorong kelompok tani memperluas area penanaman cabai. Salah satu lokasi pengembangan berada di Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan.

 

 

 

Di lokasi tersebut, sebanyak 4.100 bibit cabai ditanam menggunakan 2.050 polybag. Pengembangan ini menjadi salah satu upaya Pemkot Surabaya dalam memperkuat produksi cabai di tingkat lokal.

 

Penanaman cabai di Jambangan juga didukung pemanfaatan teknologi melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Teknologi tersebut diarahkan untuk menghasilkan tanaman yang lebih tahan terhadap serangan hama serta meningkatkan kualitas panen, termasuk mengurangi risiko pembusukan.

 

“Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan,” kata Nanik.

 

Ia menambahkan, hasil panen dari berbagai program penanaman tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Peningkatan pasokan dari lingkungan masyarakat dan kelompok tani dinilai dapat membantu mengurangi tekanan terhadap harga cabai.

 

DKPP Surabaya juga mengajak masyarakat menjadikan aktivitas menanam cabai sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Selain mendukung ketahanan pangan, urban farming diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekaligus membantu menjaga stabilitas harga komoditas pangan. (ivan)