Surabaya Bidik Juara Umum Popda XV Jatim 2026, Andalkan 509 Atlet

surabaya | 08 November 2026 20:59

Surabaya Bidik Juara Umum Popda XV Jatim 2026, Andalkan 509 Atlet
Cabor Karate menjadi favorit kontingen Surabaya untuk mendulang medali. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Kontingen Kota Surabaya membidik gelar juara umum dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur 2026. Sebanyak 509 atlet disiapkan untuk bersaing memperebutkan medali sekaligus mempertahankan tradisi prestasi Kota Pahlawan di ajang olahraga pelajar tingkat provinsi.

 

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan bahwa kontingen Surabaya datang dengan target tinggi. Ia optimistis para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah persaingan yang semakin ketat. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (8/11/2026).

 

“Targetnya juara umum. Surabaya wani, juara umum, wani berjuang, wani sportif,” tegas Herry, Sabtu, (7/11/2026).

 

 

 

Popda XV Jawa Timur 2026 berlangsung hingga 11 November 2026. Pertandingan tersebar di Kabupaten Ngawi, Kota Surabaya, Kota Madiun, dan Kabupaten Magetan.

 

Dalam ajang tersebut, Popda mempertandingkan 29 cabang olahraga (cabor) dengan melibatkan 38 kontingen kabupaten/kota se-Jawa Timur. Surabaya mengerahkan 509 atlet untuk bersaing di berbagai nomor pertandingan.

 

Herry menyebut seluruh cabang olahraga memiliki peluang untuk menyumbangkan medali emas. Karena itu, pihaknya tidak hanya bertumpu pada satu atau dua cabor unggulan, melainkan memberikan perhatian terhadap seluruh potensi atlet.

 

“Semua cabor itu adalah lumbung emas buat Kota Surabaya,” ujarnya.

 

 

 

Meski demikian, Herry mengakui persaingan Popda XV Jatim 2026 tidak akan mudah. Pembinaan atlet di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur terus berkembang, sehingga kekuatan antarkontingen semakin merata.

 

“Persaingan sebenarnya merata. Sekarang pembinaan atlet di daerah, di kabupaten dan kota lainnya, juga semakin tumbuh dan berkembang dengan baik. Semuanya menjadi pesaing yang sangat berat,” ungkapnya.

 

Menurut Herry, keikutsertaan Surabaya dalam Popda tidak hanya berorientasi pada perolehan medali. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet pelajar untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

 

Sejumlah atlet yang memperkuat kontingen Surabaya merupakan bagian dari program Pusat Latihan Cabang (Puslatcab) yang diproyeksikan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.

 

“Melalui Popda, para atlet mendapat kesempatan menguji hasil latihan, mengasah mental bertanding, sekaligus menambah pengalaman menghadapi persaingan sebelum naik ke jenjang kompetisi berikutnya,” jelasnya.

 

 

 

Sebelumnya, Popda XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026 resmi dibuka Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono di Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi, Jumat (6/11/2026) malam.

 

Kedua ajang olahraga pelajar tersebut melibatkan total 8.635 peserta dari kabupaten/kota se-Jawa Timur yang terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial.

 

Popda XV mempertandingkan 29 cabang olahraga dan diikuti 38 kontingen. Jumlah pesertanya mencapai 5.902 atlet serta 1.865 pelatih dan ofisial, dengan total 7.767 orang.

 

Sementara itu, Peparpeda III mempertandingkan empat cabang olahraga yang diikuti 33 kontingen. Ajang tersebut melibatkan 266 atlet serta 146 pelatih dan ofisial, dengan total 412 peserta.

 

Adapun cabang olahraga ekshibisi mempertandingkan tiga cabor yang diikuti 32 kontingen. Jumlah peserta terdiri atas 347 atlet serta 109 pelatih dan ofisial, dengan total 456 orang.

 

Melalui Popda XV Jatim 2026, Surabaya berharap dapat memperkuat fondasi pembinaan atlet pelajar sekaligus menjaga konsistensi prestasi olahraga di tingkat provinsi. (ivan)