Di era digital, Depot Hj Rochmah tak ketinggalan. Ratusan pesanan jastip (jasa titip) masuk tiap pagi dari Gresik dan Sidoarjo sebelum depot resmi buka pukul 10.00 WIB. Warung tutup pukul 17.00 WIB dan hanya libur sekali sebulan setiap Senin akhir bulan sebuah bentuk perhatian kepada 11 pekerja yang tanpa lelah melayani.
“Kalau Sabtu-Minggu tidak mungkin libur, soalnya rame banget. Banyak pelanggan dari luar kota, kasihan kalau datang jauh-jauh tapi warungnya tutup,” pungkas Mega.
Depot Hj Rochmah bukan sekadar tempat makan.Sepiring makanan bisa jadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Dari dapur kecil di Blauran, warung ini mengajarkan bahwa konsistensi rasa dan keikhlasan melayani adalah resep utama untuk menjadi besar. (ivan)