SURABAYA, PustakaJC.co – Selama ini yogurt dikenal sebagai sumber probiotik utama. Namun faktanya, ada sejumlah makanan lain yang kandungan bakteri baiknya setara bahkan lebih tinggi.
Probiotik sendiri merupakan mikroorganisme hidup yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan usus, yang berdampak pada sistem imun, pencernaan, hingga kesehatan otak. Dilansir dari kompas.com, Minggu, (26/4/2026).
Ahli gizi Samina Kalloo menjelaskan, probiotik membantu menjaga mikrobioma usus tetap sehat dan stabil.
Berikut Tujuh makanan tinggi probiotik yang bisa jadi alternatif yogurt:
Pertama, kimchi. Makanan fermentasi khas Korea ini kaya bakteri baik, sekaligus mengandung vitamin A, vitamin C, dan antioksidan.
Kedua, kombucha. Minuman fermentasi berbasis teh ini mengandung mikroba baik dan antioksidan, terutama jika dipilih yang rendah gula.
Ketiga, miso. Pasta kedelai fermentasi ini tidak hanya baik untuk pencernaan, tetapi juga kaya mineral seperti mangan dan seng.
Keempat, cottage cheese kultur. Keju ini bisa menjadi sumber probiotik jika mengandung “live active cultures”, sekaligus tinggi protein dan kalsium.
Kelima, kefir. Minuman fermentasi ini disebut sebagai salah satu sumber probiotik terbaik, bahkan memiliki potensi manfaat antiinflamasi.
Keenam, sauerkraut. Kubis fermentasi ini kaya serat, vitamin C, dan bakteri baik, terutama jika tidak dipasteurisasi.
Ketujuh, natto. Makanan khas Jepang ini disebut memiliki kandungan probiotik sangat tinggi, meski aromanya cukup kuat dan teksturnya unik.
Dengan banyaknya pilihan tersebut, masyarakat kini tak harus bergantung pada yogurt untuk menjaga kesehatan usus.
Menjaga keseimbangan mikrobioma bukan lagi soal tren, tapi kebutuhan. (ivan)