SURABAYA, PustakaJC.co – Sayuran dikenal sebagai makanan sehat yang kaya vitamin, mineral, dan serat. Namun, bagi penderita asam urat, tidak semua sayuran aman dikonsumsi dalam jumlah berlebihan karena beberapa di antaranya mengandung purin yang cukup tinggi.
Asam urat terjadi akibat penumpukan kristal purin di persendian yang dapat memicu nyeri, pembengkakan, hingga peradangan. Selain berasal dari dalam tubuh, purin juga diperoleh dari makanan, termasuk sejumlah jenis sayuran.
Meski purin nabati dinilai memiliki risiko lebih rendah dibandingkan purin dari daging merah, jeroan, maupun makanan laut, para ahli tetap menyarankan penderita asam urat untuk mengatur porsinya.
Enam jenis sayuran yang perlu diperhatikan antara lain bayam, kembang kol, asparagus, jamur, daun singkong, serta buncis dan kacang polong.
Bayam mengandung purin dalam jumlah relatif tinggi sehingga jika dikonsumsi berlebihan berpotensi memicu kekambuhan asam urat pada sebagian orang.
Kembang kol dan asparagus juga termasuk kelompok sayuran dengan kandungan purin sedang hingga tinggi. Konsumsi dalam jumlah besar dan terus-menerus dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.
Sementara itu, berbagai jenis jamur seperti jamur tiram, jamur kuping, maupun jamur kancing juga mengandung purin yang perlu diperhatikan oleh penderita asam urat.
Daun singkong yang banyak disajikan sebagai pelengkap hidangan Nusantara juga sebaiknya dikonsumsi secara bijak karena memiliki kandungan purin yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah sayuran tropis lainnya.
Buncis dan kacang polong yang dikenal kaya protein nabati dan serat juga mengandung purin. Konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan, terutama jika dipadukan dengan lauk lain yang juga tinggi purin.
Meski demikian, sejumlah penelitian menunjukkan purin yang berasal dari sayuran umumnya tidak memberikan dampak sebesar purin yang berasal dari produk hewani. Karena itu, penderita asam urat tidak harus menghindarinya sepenuhnya, tetapi cukup membatasi porsinya sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Selain menjaga pola makan, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta menghindari makanan tinggi purin lainnya agar kadar asam urat tetap terkendali dan risiko kekambuhan dapat diminimalkan. (int)