Dulu Pizza dan Nugget, Kini Gen Alpha Lebih Gemari Sushi

kuliner | 01 Oktober 2026 19:31

Dulu Pizza dan Nugget, Kini Gen Alpha Lebih Gemari Sushi
Ilustrasi sushi roll. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co - Dominasi junk food seperti pizza, nugget ayam, dan kentang goreng sebagai makanan favorit anak-anak tampaknya mulai bergeser. Generasi Alpha—anak-anak yang lahir di era 2010-an hingga pertengahan 2020-an—kini dilaporkan lebih memilih sushi sebagai menu kesukaan mereka, termasuk varian yang menggunakan ikan mentah seperti salmon dan tuna.

 

Dikutip dari laporan The Wall Street Journal dan TiranaPost, tren pergeseran selera ini makin terlihat dari tingginya kunjungan anak-anak ke restoran sushi di Amerika Serikat.

Penulis buku The Story of Sushi, Trevor Corson, mengungkapkan bahwa Generasi Alpha tumbuh di era saat kuliner Jepang sudah menjadi makanan universal di Barat. Dilansir dari kompas.com, Kamis, (1/10/2026).

 

Hal ini membuat mereka tidak lagi memiliki hambatan kultural (cultural barrier) terhadap santapan ikan mentah.

 

"Berbeda dengan generasi pendahulu yang baru mengenal sushi saat dewasa, anak-anak hari ini sudah akrab dengan sajian nigiri maupun sushi gulung sejak dini. Bagi mereka, ikan mentah bukan lagi makanan yang asing," jelas Corson.

 

 

Selain faktor kebiasaan sejak kecil, ada tiga faktor utama lain yang memicu populernya sushi di mata Generasi Alpha:

 

  1. Daya Tarik Visual dan Penyajian Bentuk yang unik, warna yang kontras, serta teknik penyajian sushi memberi pengalaman makan yang interaktif. Laureano Escobar, seorang koki di Dallas, menceritakan bahwa putrinya yang berusia enam tahun bahkan jauh lebih memilih tempura udang ketimbang kentang goreng.
  2. Kesan Menjadi "Orang Dewasa" Pencitraan sushi sebagai makanan elegan orang dewasa memberikan kepuasan psikologis tersendiri bagi anak-anak. Direktur Kuliner Reserve Cut Hospitality, Isaac Bernstein, menilai santapan ini membuat anak-anak merasa 'lebih besar' dan matang saat mengonsumsinya.
  3. Profil Rasa yang Ramah Anak Secara teknis kuliner, nasi sushi (shari) diolah dengan racikan cuka dan gula. Kadar manis yang pas pada nasi inilah yang secara alami mudah diterima oleh lidah anak-anak.

 

Kombinasi paparan budaya sejak dini, visual yang menarik, hingga profil rasa yang pas membuktikan bahwa preferensi kuliner Generasi Alpha berkembang jauh lebih dinamis dan eksploratif dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. (ivan)