Dua Generasi Menjaga Cita Rasa Kopi Kasar Makju, Legenda Warkop Pantura Gresik yang Bertahan Hampir Setengah Abad

kuliner | 04 Oktober 2026 16:46

Dua Generasi Menjaga Cita Rasa Kopi Kasar Makju, Legenda Warkop Pantura Gresik yang Bertahan Hampir Setengah Abad
Proses penyajian dilakukan dengan menyaring bubuk kopi terlebih dahulu sebelum diseduh dan dihidangkan kepada pelanggan. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co - Di tengah maraknya gempuran kedai kopi modern dengan berbagai konsep kekinian, Warung Kopi (Warkop) Makju di Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu, Gresik, tetap teguh mempertahankan eksistensinya. Mengandalkan racikan kopi kasar yang khas, warkop legendaris di jalur Pantura Gresik ini mampu bertahan hampir 50 tahun.

 

Berada tepat di Jalan Raya Daendels di bawah Jembatan Ngawen, warkop sederhana bersuasana pedesaan yang dikelilingi tambak dan rindangnya pohon bambu ini tak pernah sepi pengunjung. Tak hanya warga lokal, para pengendara lintas daerah kerap menjadikan warkop ini sebagai titik singgah favorit. Dilansir dari gresiksatu.com, Minggu, (4/10/2026).

 

Usaha yang dirintis sejak kurun waktu 49 tahun lalu oleh almarhumah Makju tersebut kini dilanjutkan oleh sang anak, Nur Umala, sebagai generasi kedua. Nur tetap konsisten menjaga cita rasa kopi warisan ibunya yang diolah secara tradisional.

 

"Kopi kasar ini dibuat dari biji kopi yang digiling manual dengan cara ditumbuk pakai tangan. Orang dulu selalu begitu, bagian kasar kopi dikunyah dan dimakan. Gurih," ujar Nur, Minggu, (4/10/2026).

 

 

 

Meski mempertahankan resep asli, Nur melakukan sedikit penyesuaian teknis penyajian untuk merespons pergeseran demografi pelanggannya yang kini didominasi anak muda. Jika dahulu kopi kasar langsung diseduh tubruk, kini bubuk kopi disaring terlebih dahulu sebelum masuk ke cangkir.

 

"Kalau dulu kan mayoritas bapak-bapak petambak. Sekarang banyak anak muda, jadi kopinya disaring dulu sebelum diseduh agar lebih praktis," jelasnya.

 

Eksistensi Warkop Makju diakui oleh para penikmat kopi lintas daerah. Angga Purwacaraka, salah satu pelanggan setia yang juga pengurus LFNU Gresik, menyebut Warkop Makju sebagai destinasi wajib saat melintas di wilayah Gresik Utara.

 

 

"Ini kopi legend. Kalau sedang ada tugas pemantauan ke Gresik Utara dan tidak mampir ke sini, rasanya kurang afdal," tutur Angga.

 

Bagi masyarakat setempat dan para pelintas Pantura, secangkir kopi di Warkop Makju bukan sekadar penyedat dahaga, melainkan perpaduan antara nostalgia, tradisi lokal, dan kehangatan ruang interaksi sosial yang terus terawat melewati zaman. (ivan)