Camilan UMKM Gresik Tuai Pujian Dunia di China Fisheries Expo 2025

gaya hidup | 31 Oktober 2025 13:58

Camilan UMKM Gresik Tuai Pujian Dunia di China Fisheries Expo 2025
CEO PT ABA Shubkhi Basyar. (dok surabayapagi)

GRESIK, PustakaJC.co – Camilan olahan laut asal Gresik kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Melalui dukungan Dekranasda Gresik dan Bea Cukai, sejumlah pelaku UMKM dari Kota Santri sukses mencuri perhatian dunia dalam ajang China Fisheries & Seafood Expo (CFSE) 2025 yang digelar di Qingdao, China, 29–31 Oktober 2025.

 

Pameran berskala global itu diikuti lebih dari 2.000 peserta dari 60 negara. Indonesia sendiri hanya diwakili tiga perusahaan, salah satunya PT Ajibakuh Anugrah (PT ABA), mitra ekspor sekaligus pembina UMKM Gresik. Dilansir dari surabayapagi.com, Jumat, (31/10/2025).

 

CEO PT ABA, Shubkhi Basyar, mengatakan antusiasme pengunjung terhadap produk lokal Indonesia sangat tinggi.

 

“Kami membawa berbagai produk unggulan seperti kerupuk ikan, rempeyek udang, hingga ikan crispy dalam kemasan modern. Respons pengunjung luar biasa, banyak yang kagum dengan cita rasa khas Indonesia,” ujarnya dari Qingdao, Kamis, (30/10/2025).

 

 

Untuk menarik minat pembeli, tim PT ABA membagikan sampel produk langsung kepada pengunjung. Strategi sederhana ini terbukti efektif.

 

“Banyak yang bilang rasanya enak dan beda dari snack seafood lainnya. Ini bukti produk UMKM kita bisa bersaing di pasar global,” tambah Shubkhi.

 

Meski sukses mencuri perhatian, ia tak menampik adanya tantangan komunikasi dan adaptasi bahasa pada kemasan produk.

 

“Kami dibantu dua mahasiswa Indonesia yang sedang studi S2 di sini sebagai penerjemah selama pameran,” ungkapnya.

 

 

 

Selain memperkenalkan produk, keikutsertaan di CFSE 2025 juga membuka peluang kerja sama baru.

 

“Sudah ada calon pembeli yang menunjukkan minat kuat terhadap produk kami. Beberapa sudah masuk tahap pembahasan teknis,” jelasnya.

 

Namun, Shubkhi menilai masih ada pekerjaan rumah bagi UMKM Gresik, terutama terkait izin ekspor dan standarisasi produk.

 

“Sebagian pelaku usaha masih perlu pendampingan agar izin ekspor dan standar produknya segera terpenuhi,” ujarnya.

 

 

 

Ia optimistis, partisipasi di CFSE 2025 menjadi langkah nyata menuju pasar global.

 

“Pameran ini bukan sekadar jualan, tapi soal membangun kepercayaan diri bahwa produk lokal kita layak bersaing di tingkat dunia,” tegasnya.

 

China Fisheries & Seafood Expo 2025 sendiri dikenal sebagai pameran terbesar dunia di sektor perikanan dan olahan laut, diikuti ribuan perusahaan dari berbagai negara produsen seafood ternama. (ivan)