Dinkes Jatim Catat Penurunan Kasus HIV Baru pada 2025

gaya hidup | 15 Desember 2025 05:44

Dinkes Jatim Catat Penurunan Kasus HIV Baru pada 2025
Prof Dr dr Erwin Astha Triyono. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mencatat penurunan signifikan penemuan kasus HIV baru sepanjang 2025. Hingga Oktober 2025, jumlah kasus baru tercatat 8.962 kasus, turun dibandingkan tahun sebelumnya, sebagai bagian dari strategi menuju eliminasi HIV tahun 2030.

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM., M.A.R.S., menyampaikan bahwa penemuan kasus HIV di Jawa Timur terus menunjukkan tren penurunan. Dilansir dari bhirawaonline.co.id. Senin, (15/12/2025).

 

Pada 2023, penemuan kasus HIV tercatat sebanyak 10.671 kasus, kemudian turun menjadi 10.556 kasus pada 2024.

 

 

“Sampai dengan Oktober 2025, penemuan kasus HIV baru turun menjadi 8.962 kasus,” ujar Prof Erwin, Minggu, (14/12/2025).

 

 

 

Menurutnya, penurunan ini menunjukkan kinerja baik Dinas Kesehatan kabupaten/kota di Jawa Timur dalam upaya menuju eliminasi HIV-AIDS 2030.

 

 

“Semakin dini ditemukan dan diberikan pengobatan, maka penularan bisa ditekan dan angka harapan hidup ODHIV semakin baik,” jelasnya.

 

Secara wilayah, penemuan kasus HIV tertinggi hingga Oktober 2025 berada di Kota Surabaya sebanyak 983 kasus, disusul Kabupaten Jember (632), Sidoarjo (549), Pasuruan (418), Kabupaten Malang (415), Kota Malang (410), Lumajang (401), Banyuwangi (385), Nganjuk (294), dan Kabupaten Probolinggo (289).

Sementara 28 kabupaten/kota lainnya menyumbang 4.186 kasus.

 

 

 

Dari sisi gender, kasus HIV di Jawa Timur didominasi laki-laki 65 persen, sedangkan perempuan 35 persen.

 

Pada kelompok usia remaja 15–19 tahun, jumlah kasus juga mengalami penurunan. Tahun 2024 tercatat 333 kasus, sedangkan hingga Oktober 2025 turun menjadi 255 kasus.

 

Prof Erwin menambahkan, kasus HIV pada anak umumnya terjadi akibat penularan dari ibu yang tidak menjalani pengobatan. Hingga Oktober 2025, ditemukan 75 kasus HIV pada anak atau sekitar 1,05 persen dari total ODHIV.

 

“Penularan dari ibu ke bayi dapat dicegah melalui skrining sejak awal kehamilan dan pengobatan ARV,” tegasnya.

 

 

 

Dinkes Jatim terus memperkuat upaya pencegahan melalui skrining masif, pengobatan ARV gratis, strategi test and treat, edukasi masyarakat, hingga kolaborasi dengan komunitas.

 

“Strategi ini efektif menekan penularan HIV dan meningkatkan kualitas hidup ODHIV,” pungkas Prof Erwin. (ivan)