Dinkes Jatim Perkuat Peran Tim KAPI, Kejar Target Imunisasi dan Cegah KLB

gaya hidup | 14 Februari 2026 17:11

Dinkes Jatim Perkuat Peran Tim KAPI, Kejar Target Imunisasi dan Cegah KLB
Untuk Tingkatkan Program Kinerja Imunisasi, Dinkes Jatim Gelar Rakor Peran Tim KAPI Jawa Timur. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Peran Anggota Tim Koordinasi Akselerasi Program Imunisasi (KAPI) Provinsi Jawa Timur, Jumat, (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jatim, Sulvy Dwi Angraini, menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu program prioritas nasional karena terbukti efektif menurunkan angka kesakitan, kematian, dan kecacatan akibat penyakit menular. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (14/2/2026).

 

“Imunisasi merupakan strategi yang cost effective dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujarnya.

 

 

 

Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan di lapangan, khususnya adanya kelompok masyarakat yang menolak imunisasi. Kondisi ini menyebabkan masih munculnya KLB Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) di beberapa wilayah Jawa Timur.

 

Sulvy menambahkan, pendekatan komunikasi intrapersonal dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. 

 

“Pendekatan bersama lintas sektor diperlukan agar masyarakat yang menolak dapat memahami pentingnya imunisasi, sehingga cakupan imunisasi dapat mencapai target dan merata di seluruh kabupaten/kota,” jelasnya.

 

 

 

Selain itu, Dinkes Jatim juga menyoroti masih adanya anak dengan status zero dose atau belum pernah mendapatkan imunisasi, serta imunisasi yang tidak lengkap. Karena itu, pada 2026, pihaknya mendorong optimalisasi program imunisasi kejar dengan dukungan aktif seluruh anggota Tim KAPI sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

 

Perwakilan UNICEF wilayah Jawa, Armunanto, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat program imunisasi meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran.

 

Ia menyebut UNICEF turut mendukung melalui penyediaan konsultan imunisasi serta mendorong pemanfaatan sumber pendanaan alternatif, seperti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang selama ini lebih banyak digunakan untuk pembangunan fisik.

 

 

 

Sementara itu, Dr. Arief Hargono dari Universitas Airlangga menegaskan imunisasi merupakan strategi penting dalam pencegahan dan pengendalian KLB di Jawa Timur.

 

Menurutnya, berbagai upaya kolaboratif telah dilakukan, termasuk pemberdayaan masyarakat melalui program rumah imunisasi “My Village My Home”, kampanye imunisasi Measles Rubella, hingga penyampaian informasi melalui media briefing dan podcast.

 

“Imunisasi bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memperkuat ekonomi. Dengan imunisasi, biaya pengobatan dapat ditekan dan produktivitas masyarakat meningkat,” ujarnya.

 

Melalui penguatan koordinasi Tim KAPI dan dukungan lintas sektor, Dinkes Jatim berharap cakupan imunisasi di Jawa Timur dapat meningkat secara merata, sehingga mampu melindungi masyarakat dan mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. (ivan)