Menurutnya, sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan selama Ramadhan akibat makan berlebih. Risiko konsumsi gorengan tinggi lemak meningkat hingga 1,9 kali, minuman manis naik 1,7 kali, serta kurang aktivitas fisik meningkat 1,6 kali.
Secara biologis, setelah 12–14 jam berpuasa, hormon ghrelin yang memicu rasa lapar meningkat tajam, sementara hormon leptin yang memberi sinyal kenyang menurun. Kondisi ini membuat seseorang cenderung makan berlebihan jika tidak mengontrol diri.
Padahal, sinyal kenyang membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit untuk aktif. Jika makan dilakukan bertahap, tubuh akan lebih mudah mengontrol jumlah kalori yang masuk.