Hati-Hati Makan Lebaran Asam Urat Bisa Kambuh Seketika

gaya hidup | 22 Maret 2026 16:21

Hati-Hati Makan Lebaran Asam Urat Bisa Kambuh Seketika
makanan khas Lebaran seperti sambal goreng ati hingga opor. (dok antara)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Momen Lebaran yang identik dengan hidangan bersantan dan olahan jeroan perlu diwaspadai, khususnya bagi penderita asam urat. Konsumsi makanan tinggi purin saat hari raya berisiko memicu serangan nyeri sendi secara tiba-tiba.

 

Pakar gizi klinik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tirta Prawita Sari, mengingatkan bahwa menu seperti sambal goreng ati hingga opor ayam dapat meningkatkan risiko kambuhnya asam urat, terutama jika tidak diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (22/3/2026).

 

“Penderita asam urat yang mengonsumsi makanan tinggi purin rentan mengalami serangan gout akut, apalagi bila kurang minum,” ujarnya.

 

 

Ia menjelaskan, satu porsi menu Lebaran yang terdiri dari ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, dan kue kering seperti nastar mengandung sekitar 1.390 kilokalori. Jumlah tersebut hampir setara dengan kebutuhan kalori harian sebagian orang dewasa.

 

Dari total tersebut, lebih dari 60 persen berasal dari lemak jenuh santan. Sementara itu, kandungan sodium mencapai sekitar 2.035 miligram, mendekati batas konsumsi harian yang direkomendasikan World Health Organization sebesar 2.000 miligram.

 

Tak hanya tinggi kalori dan garam, menu Lebaran juga minim serat, yakni hanya sekitar lima gram, jauh di bawah kebutuhan harian 25–30 gram. Kondisi ini membuat tubuh sulit mengontrol penyerapan zat gizi secara seimbang.

 

Tirta menambahkan, ketupat dan lontong memiliki indeks glikemik tinggi (85–90) yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Di sisi lain, lemak jenuh dari santan dapat mengganggu kerja insulin, sedangkan sodium tinggi berpotensi meningkatkan tekanan darah dalam waktu singkat.

 

“Pasien hipertensi bisa mengalami kenaikan tekanan darah sistolik 5–10 mmHg hanya dalam hitungan jam akibat tingginya asupan garam,” jelasnya.

 

 

Selain itu, penderita penyakit ginjal kronis juga perlu berhati-hati. Satu kali makan menu Lebaran dapat melampaui batas aman sodium serta mengandung fosfor dan kalium yang berisiko memperburuk kondisi ginjal.

 

“Satu porsi makan Lebaran itu seperti menekan semua tombol bahaya sekaligus, mulai dari gula, lemak, garam hingga asam urat dalam satu waktu,” kata Tirta.

 

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam mengatur pola makan saat Lebaran, dengan membatasi porsi, memperbanyak konsumsi air putih, serta menyeimbangkan dengan asupan serat agar risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan. (ivan)