Ia menjelaskan, pekerja perempuan umumnya mengisi posisi dengan beban fisik yang lebih ringan seperti perawatan tanaman dan administrasi. Meski demikian, di sektor hulu, perempuan juga terlibat dalam aktivitas seperti pemupukan, penyiangan, hingga pengumpulan hasil panen.
"Tidak semua bidang pekerjaan itu cocok untuk semua gender. Kalau saat panen, itu membutuhkan fisik yang lebih kuat sehingga biasanya laki-laki lebih cocok untuk itu," jelasnya.
Data dari Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) menunjukkan bahwa sekitar 86 persen tenaga kerja dalam tahapan awal produksi sawit didominasi oleh perempuan. Mereka berperan penting dalam rantai pasok, terutama pada pekerjaan teknis di lapangan.