Kesepian Berkepanjangan Bisa Ganggu Kesehatan Otak, Ahli Ingatkan Pentingnya Interaksi Sosial

gaya hidup | 26 Juni 2026 20:45

Kesepian Berkepanjangan Bisa Ganggu Kesehatan Otak, Ahli Ingatkan Pentingnya Interaksi Sosial
(dok detikcom)

JAKARTA, PustakaJC.co – Kesepian berkepanjangan tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan otak, mulai dari menurunkan daya ingat hingga meningkatkan risiko gangguan neurologis seperti demensia.

Ketua Grup Neurologi Rumah Sakit Yatharth India, Dr. Kunal Bahrani, mengatakan interaksi sosial memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otak karena mampu merangsang kemampuan kognitif, mengatur emosi, serta membantu menjaga respons tubuh terhadap stres.

"Ketika seseorang mengalami kesepian yang berkepanjangan, otak dapat tetap dalam keadaan kewaspadaan tinggi, yang menyebabkan peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol," ujarnya, dikutip dari Hindustan Times, Jumat (26/6).

Menurutnya, peningkatan hormon stres dalam jangka panjang dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi, daya ingat, hingga suasana hati.

Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan kesepian kronis berkaitan dengan perubahan pada area otak yang berperan dalam emosi, pembelajaran, dan pengambilan keputusan. Minimnya interaksi sosial juga mengurangi stimulasi mental yang dibutuhkan otak untuk mempertahankan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Dr. Bahrani mengibaratkan hubungan sosial sama pentingnya bagi otak seperti olahraga bagi tubuh. Percakapan, pengalaman bersama, dan hubungan sosial yang terus terjalin dinilai mampu mengaktifkan berbagai jaringan kognitif di dalam otak.

Sementara itu, ahli neurologi Apollo Speciality Hospitals Chennai, Dr. Sreenivas UM, mengatakan penelitian terbaru juga mengaitkan kesepian dengan meningkatnya risiko demensia.

Ia menjelaskan, kesepian dapat memicu perubahan struktural pada otak, khususnya di area yang mengatur memori, penalaran, kemampuan berpikir, dan pengambilan keputusan. Kondisi tersebut juga dapat memperburuk gejala pada penderita stroke, epilepsi, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, maupun demensia.

Meski demikian, para ahli menegaskan kesepian bukan kondisi yang permanen karena otak memiliki kemampuan beradaptasi. Mereka menyarankan membangun hubungan sosial yang bermakna, menekuni hobi, mempelajari keterampilan baru, rutin berolahraga, serta aktif dalam kegiatan komunitas untuk menjaga kesehatan otak dan fungsi kognitif dalam jangka panjang. (nov)