GRESIK, PustakaJC.co — Rasa cemas saat naik pesawat dapat dialami siapa saja, terutama penumpang yang baru pertama kali melakukan perjalanan udara. Kondisi tersebut dapat dikurangi dengan persiapan dan sejumlah cara sederhana, Sabtu, (15/8/2026).
Ketakutan saat terbang bisa dipicu berbagai faktor. Minimnya pengalaman, rasa takut terhadap ketinggian, informasi mengenai kecelakaan pesawat, hingga sensasi turbulensi dapat membuat sebagian penumpang merasa khawatir. Dilansir dari gresiksatu.com, Sabtu, (15/8/2026).
Bagi penumpang pemula, memahami penyebab kecemasan sekaligus menyiapkan cara untuk mengelolanya dapat membantu membuat perjalanan lebih nyaman.
Persiapkan mental sebelum terbang
Penumpang perlu memahami bahwa rasa takut merupakan respons yang wajar ketika menghadapi pengalaman baru. Membaca informasi mengenai prosedur penerbangan dan keselamatan pesawat dari sumber terpercaya dapat membantu membangun rasa percaya diri.
Pilih kursi yang membuat nyaman
Kursi dekat lorong dapat menjadi pilihan bagi penumpang yang merasa kurang nyaman berada di ruang sempit. Sementara itu, area di sekitar sayap pesawat umumnya mengalami gerakan yang lebih kecil saat turbulensi dibandingkan bagian lainnya.
Gunakan teknik pernapasan
Ketika mulai merasa cemas, penumpang dapat mencoba menarik napas secara perlahan dan dalam, kemudian mengembuskannya secara teratur. Musik yang menenangkan atau meditasi juga dapat membantu mengalihkan perhatian dari rasa takut.
Alihkan perhatian selama penerbangan
Membawa buku, menonton film, mendengarkan musik atau podcast dapat menjadi cara untuk mengurangi fokus terhadap kecemasan. Penumpang juga dapat mempersiapkan hiburan sebelum pesawat lepas landas.
Batasi konsumsi kafein
Minuman berkafein sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan sebelum penerbangan. Pada sebagian orang, kafein dapat memperkuat rasa gelisah. Air putih dapat menjadi pilihan selama perjalanan.
Jangan ragu berbicara dengan kru kabin
Penumpang yang merasa takut dapat menyampaikan kondisinya kepada awak kabin. Kru kabin terbiasa membantu penumpang yang merasa tidak nyaman selama penerbangan.
Pertimbangkan bantuan profesional
Jika rasa takut terbang sangat berat dan mengganggu aktivitas, berkonsultasi dengan psikolog dapat menjadi pilihan. Pendekatan seperti terapi kognitif perilaku dapat membantu seseorang mengelola kecemasan secara lebih terarah.
Dengan persiapan mental dan strategi yang tepat, rasa takut terbang dapat dikelola. Penumpang pemula pun dapat menjalani perjalanan udara dengan lebih tenang dan nyaman. (ivan)