Khofifah Luncurkan Telesapa Madura untuk Warga Kepulauan

pemerintahan | 06 Juli 2025 05:36

Khofifah Luncurkan Telesapa Madura untuk Warga Kepulauan
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan 52 Tim Yankes Bergerak ke Pulau Sapudi, dari halaman Gedung Negara Grahadi. (dok jatimpos.co)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi melepas 52 personel Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak (Yankes Bergerak) ke Pulau Sapudi, Sumenep, Sabtu dini hari, (5/7/2025) dari halaman Gedung Negara Grahadi.

Keberangkatan ini menandai peluncuran inovasi baru bernama Telesapa Madura (Telemedicine Seputar Kepulauan Madura), yang akan mendukung pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan melalui sistem digital dan layanan konsultasi jarak jauh. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (6/7/2025).

“Telesapa Madura akan membangun sistem rujukan yang lebih kuat dan menyediakan jaringan internet stabil di puskesmas kepulauan,” tegas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Inovasi ini akan diujicobakan di Puskesmas Nonggunong dan Puskesmas Gayam, dua lokasi utama pelayanan Yankes Bergerak di Pulau Sapudi pada 5–8 Juli 2025. Program ini dirancang oleh Dinas Kesehatan Jatim bekerja sama dengan Dinas Kominfo Jatim.

Telesapa Madura menghubungkan faskes primer dan sekunder, serta memperkuat Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute). Dengan layanan ini, proses rujukan pasien di daerah terpencil bisa lebih cepat dan efisien.

Tim Yankes Bergerak terdiri dari tenaga medis berbagai instansi, di antaranya RSUD Saiful Anwar Malang, RSUD M. Noer Pamekasan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, serta dinas-dinas terkait di Pemprov dan Pemkab Sumenep.

Mereka akan menangani 291 pasien dengan berbagai kasus medis, termasuk:

•72 kasus mata

•20 kasus THT

•41 kasus bedah

•72 layanan kesehatan tradisional

•26 kasus TBC

•23 kasus kesehatan jiwa

•18 ibu hamil KEK

•19 anak stunting

“Kalau tim ini belum selesai dalam waktu yang ditentukan, saya sudah minta Kadinkes Jatim kirim tim tambahan,” kata Khofifah.

Ia juga menegaskan pentingnya menjangkau masyarakat yang belum terdata atau unregister people mereka yang tidak memiliki KIS, KIP, atau KKS, sehingga tidak terjangkau bantuan sosial dan layanan kesehatan.

“Saat pandemi, mereka tidak bisa vaksin karena tidak tercatat. Maka kita harus lakukan penjangkauan. Jangan sampai mereka tertinggal,” ujar Gubernur Jatim itu.

Melalui Telesapa Madura dan layanan Yankes Bergerak, Pemprov Jatim memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan inklusif, menjangkau hingga wilayah kepulauan yang paling terpencil. (ivan)