Disperpusip Jatim Perkuat Layanan Publik, Hadirkan Fasilitas Literasi Paling Lengkap se-Jawa Timur

pemerintahan | 12 Juli 2025 07:01

Disperpusip Jatim Perkuat Layanan Publik, Hadirkan Fasilitas Literasi Paling Lengkap se-Jawa Timur
Kepala dinas Perpustakaan dan kearsipan Jawa Timur, Tiat S. Suwardi. (dok istimewa)

SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) terus memperkuat posisinya sebagai pusat literasi, edukasi, dan budaya yang terbuka untuk semua kalangan. Di bawah kepemimpinan Tiat S. Suwardi, instansi ini menghadirkan beragam fasilitas dan inovasi yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang inklusif, dinamis, dan mengikuti perkembangan zaman.

 

“Kami ingin memastikan no one left behind, tidak ada satu orang pun yang tertinggal untuk datang ke perpustakaan,” ujar Tiat, kepala dinas Perpustakaan dan kearsipan Jawa Timur, Rabu, (9/7/2025).

Hadirkan Akses Tanpa Batas Lewat Aplikasi dJatim

Sebagai bagian dari transformasi digital, Disperpusip Jatim meluncurkan aplikasi dJatim yang kini tersedia di Play Store. Aplikasi ini memudahkan masyarakat mengakses ribuan koleksi buku digital dan referensi dari rumah. Melalui dJatim, perpustakaan hadir dalam genggaman dan bisa dinikmati oleh siapa saja, kapan saja.

 

Studio Media dan Mini-Theatre, Ruang Baru Literasi Kreatif

Salah satu fasilitas baru yang menjadi daya tarik adalah Studio Media, ruang produksi konten kreatif seperti podcast, video edukasi, dan siaran komunitas. Studio ini terbuka bagi masyarakat umum, pelajar, komunitas literasi, maupun OPD yang ingin mengembangkan konten berbasis edukasi dan kebudayaan.

Studio ini juga terintegrasi dengan Mini-Theatre “Selasi dan Ausi”, ruang multifungsi untuk pemutaran film literasi, diskusi publik, hingga pelatihan komunitas. Kolaborasi dua ruang ini menandai transformasi layanan perpustakaan dari sekadar ruang baca menjadi pusat interaksi kreatif dan sosial.

Pelestarian Naskah Kuno: Merawat Ingatan Kolektif

Disperpusip Jatim juga dikenal aktif dalam pelestarian warisan intelektual melalui konservasi dan digitalisasi naskah kuno. Sejak 2018, lebih dari 85 naskah dari pesantren, kolektor, dan tokoh masyarakat telah dialihmediakan. Pada 2025, Disperpusip kembali berhasil mengonservasi 158 naskah dari Pondok Pesantren Qomarudin, Gresik.

Koleksi tersebut meliputi kitab tafsir, fiqih, hingga manuskrip kuno seperti Serat Sri Sedana dan Mantra Tengger. Masyarakat dapat mengaksesnya melalui platform digital Khasanah Naskah Kuno Jawa Timur, sebagai sumber pembelajaran terbuka yang menyatukan ilmu, sejarah, dan budaya lokal.

 

Fasilitas Ramah Publik dan Inklusif

Disperpusip Jatim menghadirkan berbagai ruang yang dirancang ramah dan nyaman untuk semua kalangan:

•Plataran Maos, Gazebo Literasi, dan Co-working Space, sebagai tempat baca sekaligus ruang interaksi komunitas.

•Drive-Thru Pengembalian Buku, memudahkan pengunjung mengembalikan koleksi tanpa turun dari kendaraan.

•Ruang Anak dan Dongeng, ruang laktasi, dan musala sebagai fasilitas pendukung bagi keluarga.

Untuk penyandang disabilitas, tersedia jalur guiding block, komputer NVDA dan Braille, alat bantu dengar, toilet dan parkir khusus, serta layanan pendamping saat berkunjung. Seluruh layanan dibuat setara agar tidak ada diskriminasi dalam akses.

Inovasi Berbasis Teknologi

Selain aplikasi dJatim, Disperpusip juga mengembangkan sistem AI-Based Cataloging berbasis OCR dan GPT yang mempercepat proses pengolahan koleksi. Teknologi ini mempersingkat waktu input katalog buku dari tiga jam menjadi hanya sekitar 30 menit.

Fasilitas lain seperti ARCA, SIKN Jatim, dan perpustakaan internal LARON Jatim untuk perangkat daerah menjadi bagian dari ekosistem digital yang mendukung efisiensi layanan kearsipan dan informasi.

Mobil Perpustakaan Keliling Tetap Jadi Ujung Tombak

Program Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) tetap menjadi ujung tombak dalam menjangkau literasi hingga ke desa-desa, sekolah, dan pesantren. Dengan koleksi buku anak, area duduk, dan petugas pendamping, MPK hadir untuk menjemput pembaca yang jauh dari pusat kota.

Dengan komitmen terus berinovasi, Disperpusip Jatim menghadirkan layanan yang menyatu dengan semangat kolaboratif, inklusif, dan berbasis teknologi. Dari studio hingga naskah kuno, dari aplikasi digital hingga mobil keliling, seluruh fasilitas dirancang untuk satu tujuan: menjadikan literasi sebagai hak semua warga, tanpa kecuali. (ivan)