Pada sisi pendapatan, proyeksi P-APBD 2025 bertambah Rp91,18 miliar menjadi Rp28,539 triliun. Kenaikan didukung PAD sebesar Rp283,49 miliar, meski transfer pusat turun Rp192,31 miliar akibat penyesuaian melalui KMK 29/2025.
Belanja daerah ikut menyesuaikan. Belanja operasi naik Rp1,698 triliun, belanja modal bertambah Rp459,61 miliar untuk mengejar porsi belanja infrastruktur publik minimal 40 persen, sementara Belanja Tidak Terduga (BTT) disesuaikan turun Rp54,82 miliar.
Dari sisi pembiayaan, Khofifah memastikan tidak ada utang baru.
“Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp4,706 triliun seluruhnya berasal dari SiLPA Tahun Anggaran 2024,” jelasnya.