Dari jumlah itu, Rp4,397 triliun dipakai menutup defisit sesuai PMK 75/2024, sementara Rp300 miliar dialokasikan investasi daerah untuk mendukung skema Prokesra lewat PT BPR Jatim (Perseroda).
Di sektor pendidikan, Pemprov memastikan alokasi minimal 20 persen. Program prioritas meliputi Double Track SMA, revitalisasi SMK, MILEA, BPOPP, beasiswa siswa prasejahtera, pendidikan vokasi, SMA boarding, serta BOSDA bagi madrasah diniyah.
Untuk infrastruktur, prioritas diarahkan pada pemeliharaan 1.671 km jalan provinsi, peningkatan pelabuhan dan terminal strategis, konektivitas Trans Jatim Plus dan Trans Laut Jatim, SPAM regional dengan kapasitas 100 liter/detik, serta penanganan rutilahu dan jambanisasi.