Satu Langkah untuk Kemanusiaan, Dinsos Jatim Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya

pemerintahan | 16 Oktober 2025 05:19

Satu Langkah untuk Kemanusiaan, Dinsos Jatim Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya
Gubernur Khofifah didampingi Kadinsos Jatim saat menjenguk korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co - Kerja cepat dan dedikasi tinggi Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur dalam menangani berbagai peristiwa sosial dan kebencanaan berbuah apresiasi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menganugerahkan Lencana Jer Basuki Mawa Beya Perak kepada Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, MM, dalam peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu, (12/10/2025).

 

Menariknya, Dinsos Jatim menjadi satu-satunya OPD yang menerima penghargaan bergengsi tersebut tahun ini. Penghargaan diberikan atas peran nyata dalam penanganan bencana, pemulihan sosial, dan pengawalan program Sekolah Rakyat di seluruh Jatim.

 

“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk pribadi, tapi persembahan bagi seluruh keluarga besar Dinsos Jatim dan para pilar sosial yang selalu bekerja tanpa pamrih,” ujar Novi penuh haru.

 

 

 

Menurut Gubernur Khofifah, kiprah Dinsos Jatim selama ini terbukti nyata di lapangan. Mulai dari penanganan bencana, bantuan sosial, hingga pendampingan korban, seluruh jajaran Dinsos hadir dengan empati dan kecepatan.

 

Salah satu bukti konkret terlihat dalam tragedi ambruknya tiga lantai Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, akhir September lalu. Dinsos Jatim bergerak cepat bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan mendirikan dua Dapur Umum dan Dapur Air di lokasi kejadian serta di RS Bhayangkara.

Selama sepekan penuh, tim menyediakan lebih dari 4.500 porsi makanan sehat untuk keluarga korban, tim SAR, dan relawan tanpa mengenal lelah.

 

Tak hanya bantuan logistik, Dinsos Jatim juga menerjunkan Jatim Social Care (JSC) untuk memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi keluarga korban di posko dan rumah sakit.

 

 

“Setiap jam berarti bagi mereka yang menanti kabar. Kami tidak bisa menunggu, karena tugas kami adalah memastikan korban terlayani dengan baik dan keluarga mendapat ketenangan,” tegas Kadinsos Jatim ini.

 

Sebagai bentuk lanjutan, Dinsos Jatim juga melakukan pendataan bersama ponpes, BPBD, dan BNPB untuk memastikan hak-hak sosial korban terpenuhi, termasuk pemberian alat bantu kaki dan tangan palsu bagi korban yang mengalami amputasi.

 

Bagi Novi, penghargaan Jer Basuki Mawa Beya menjadi pengingat bahwa pengabdian sosial menuntut pengorbanan, kerja tim, dan keikhlasan.

 

 

“Setiap aksi kecil di lapangan adalah wujud semangat Jer Basuki Mawa Beya — berkorban demi kemaslahatan bersama. Ini bukan akhir, tapi awal untuk bekerja lebih ikhlas, lebih cepat, dan lebih peduli,” pungkasnya. (ivan)