SURABAYA, PustakaJC.co – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengevaluasi program Beasiswa Pemuda Tangguh setelah Pemerintah Kota Surabaya menemukan sejumlah penerima berasal dari kalangan pejabat dan keluarga mampu.
Eri menyampaikan, hasil evaluasi menunjukkan adanya praktik tidak jujur dalam proses pendaftaran beasiswa. Salah satunya dengan memanipulasi data penghasilan orang tua agar Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa menjadi tinggi dan akhirnya ditanggung oleh pemkot. Dilansir dari suarasurabaya.net, Rabu, (21/1/2026).
“Banyak yang memalsukan data penghasilan orang tua. UKT-nya jadi tinggi dan itu dibebankan ke pemkot. Maka hari ini saya harus berani membongkar itu,” ujar Eri, Rabu, (21/1/2026).