Musyafak Rouf Dorong Modernisasi Pesantren dan Literasi Digital Santri

pemerintahan | 17 Oktober 2025 18:17

Musyafak Rouf Dorong Modernisasi Pesantren dan Literasi Digital Santri
Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Menjelang peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober, Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf menyerukan pentingnya modernisasi pesantren dan peningkatan literasi digital bagi para santri agar tak tertinggal di era teknologi.

 

 

 

Menurut Musyafak, santri kini harus menjadi bagian aktif dari kemajuan bangsa, bukan hanya penjaga tradisi keagamaan. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (17/10/2025).

 

“Santri bukan lagi dianggap kelompok tertutup, tapi bagian penting dari perjalanan bangsa yang turut membentuk karakter Indonesia,” ujarnya di Gedung DPRD Jatim, Kamis, (16/10/2025).

 

 

 

Ia juga menyinggung pentingnya keselamatan dan kenyamanan santri di pondok, menanggapi insiden kebakaran di salah satu pesantren.

 

 

“Peringatan Hari Santri ini seharusnya juga menjadi momentum introspeksi bagi pengasuh pondok untuk memastikan fasilitas dan keamanan tempat tinggal santri,” tegas politisi PKB tersebut.

 

Musyafak menilai keunggulan pesantren tetap terletak pada pendidikan akhlak dan pembentukan karakter.

 

“Santri dididik dengan kepatuhan dan tanggung jawab yang tinggi terhadap guru dan kiai. Mereka belajar bukan hanya dari teori, tapi dari teladan,” katanya.

 

 

 

Meski begitu, ia menegaskan dunia pesantren kini tidak bisa menolak perkembangan zaman.

 

 

“Era digital tidak bisa dibendung. Santri justru harus bisa menyesuaikan diri dan memanfaatkannya untuk memperluas wawasan dan dakwah,” tutur Musyafak.

 

Perubahan paradigma itu, lanjutnya, terlihat dari banyaknya pesantren yang kini memperbolehkan santri menggunakan ponsel di bawah pengawasan guru.

 

 

“Kalau dulu bawa HP dilarang keras, sekarang komunikasi antara santri dan orang tua bisa berjalan setiap saat,” ungkapnya.

 

 

 

Terkait tudingan feodalisme di pesantren, Musyafak menyebut hal itu sudah tidak relevan.

 

 

“Sekarang pesantren sudah lebih terbuka dan humanis, mengedepankan pendekatan pedagogik ala Ki Hajar Dewantara. Tidak ada lagi sistem yang mengekang,” tegasnya.

 

Ia menutup dengan pesan optimistis bagi seluruh santri di Indonesia.

 

 

“Selamat Hari Santri. Jadilah generasi yang saleh, cerdas, dan adaptif menghadapi tantangan zaman,”pungkas Ketua DPRD Jawa Timur itu. (ivan)