Khofifah Optimalkan Peran Perempuan untuk Pembangunan Jawa Timur

pemerintahan | 28 Desember 2025 18:38

Khofifah Optimalkan Peran Perempuan untuk Pembangunan Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan perlindungan, pemberdayaan, dan pemajuan perempuan Jawa Timur. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mengoptimalkan peran perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah dan nasional melalui penguatan perlindungan, pemberdayaan, serta pemajuan perempuan di Jawa Timur.

 

Khofifah menyampaikan, jumlah penduduk Jawa Timur pada 2025 mencapai 42,08 juta jiwa dengan komposisi perempuan sebesar 50,17 persen. Kondisi tersebut menjadi potensi besar sekaligus tantangan dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (28/12/2025).

 

“Indeks Pembangunan Gender Jawa Timur tahun 2024 mencapai 93,05, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 92,46. Sementara Indeks Ketimpangan Gender turun menjadi 0,347 dari 0,423 pada 2023,” ujar Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Minggu, (28/12/2025).

 

 

 

Menurutnya, capaian itu menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan tingkat ketimpangan gender terendah di Indonesia. Di sisi lain, keterwakilan perempuan di lembaga legislatif Jawa Timur telah mencapai 20 persen, sementara tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan berada di angka 60,64 persen.

 

Meski demikian, Khofifah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama, di antaranya kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan anak, serta persoalan stunting.

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan melalui penguatan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di seluruh daerah.

 

Atas komitmen tersebut, Khofifah menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, atas dorongan pembentukan UPTD PPA di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

 

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas langkah Pemprov Jatim dalam memastikan layanan perlindungan yang lebih dekat, responsif, dan berpihak kepada perempuan dan anak,” katanya.

 

 

Sementara itu, Menteri PPPA RI Arifah Choiri Fauzi menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu menjadi tonggak penting dalam sejarah gerakan perempuan Indonesia. Ia juga menilai peran perempuan sangat strategis sebagai pilar keluarga dan bangsa.

 

“Gubernur Khofifah merupakan contoh nyata sebagai gubernur perempuan pertama di Jawa Timur. Ini luar biasa,” ujar Arifah.

 

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat nilai agama dan budi pekerti sebagai fondasi membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa yang adil serta berkelanjutan. (ivan)