Meski demikian, Ali Kuncoro mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi ke depan, khususnya terkait penguatan sumber daya manusia, optimalisasi inovasi digital, serta peningkatan kedisiplinan dan kolaborasi lintas unit kerja.
“Evaluasi internal menunjukkan perlunya penguatan kompetensi aparatur, terutama dalam mendukung SPBE, penyempurnaan SAKIP, serta integrasi inovasi seperti CUAN dan JDIH agar dampaknya semakin luas dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai langkah perbaikan, Sekretariat DPRD Jatim melakukan penguatan perencanaan berbasis kinerja dengan indikator yang lebih terukur, peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan dan literasi digital, serta penerapan sistem reward and punishment yang adil dan objektif.
“Kami juga mendorong perubahan mindset aparatur agar lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi. Tujuannya agar pelayanan kepada DPRD dan masyarakat semakin profesional, transparan, dan berdampak nyata,” pungkas Sekwan DPRD Jatim itu. (ivan)