SURABAYA, PustakaJC.co - Sebanyak 5.250 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya diproyeksikan tumbuh dan berkembang signifikan pada 2026. Proyeksi ini seiring kemudahan regulasi serta konsistensi dukungan Pemerintah Kota Surabaya terhadap pelaku usaha lokal.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari PKS, Hj. Enny Minarsih, menyebut berbagai kebijakan Pemkot Surabaya telah memberi dampak nyata bagi pertumbuhan UMKM, mulai dari kemudahan perizinan, pelatihan, sertifikasi, hingga promosi produk. Dilansir dari Bhirawaonline.co.id, Sabtu, (24/1/2026).
“Impact-nya UMKM lokal tumbuh pesat. Selain didorong regulasi Pemkot, daya beli masyarakat juga mulai kembali bergairah,” ujar Enny di Surabaya, Kamis, (22/1/2026).
Ia menilai posisi Surabaya sebagai kota jasa dan perdagangan sekaligus gateway kawasan Indonesia Timur menjadikan kota ini pasar potensial bagi berbagai sektor usaha, termasuk UMKM.
“Tahun ini saya proyeksikan sekitar 5.250 UMKM akan tumbuh signifikan di Surabaya,” tegasnya.
Enny menambahkan, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag), Pemkot Surabaya terus mendorong UMKM agar naik kelas. Sepanjang 2025, tercatat 5.250 UMKM telah mendapatkan intervensi berupa pelatihan pemasaran, pendampingan legalitas, hingga penguatan daya saing produk.
“Kami di Komisi B yang membidangi perekonomian dan keuangan sangat optimistis UMKM lokal terus berkembang karena dukungan pemerintah kota sangat konsisten,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menjelaskan fokus pendampingan UMKM meliputi pelatihan pemasaran, sertifikasi halal, pendaftaran merek, serta pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Sering kali kendala di lapangan adalah pelaku usaha ingin mengurus sertifikasi halal tetapi belum memiliki NIB. Di situlah kami hadir, mendampingi satu per satu hingga tuntas,” pungkas Mia. (ivan)