Pemerintah Gelontorkan Rp911 Miliar, Tarif Transportasi Lebaran 2026 Didiskon

pemerintahan | 11 Februari 2026 06:05

Pemerintah Gelontorkan Rp911 Miliar, Tarif Transportasi Lebaran 2026 Didiskon
ilustrasi Suasana di Stasiun Gubeng masa angkutan Lebaran. Nampak penumpang sedang menunggu keberangkatan kereta. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon tarif transportasi umum pada momentum Idulfitri 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi guna mendorong mobilitas masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, anggaran diskon transportasi Lebaran bersumber dari APBN dan non-APBN. Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga di Stasiun Kereta Api Gambir, Jakarta, Selasa, (10/2/2026).

 

“Total anggarannya Rp911,16 miliar, berasal dari APBN maupun non-APBN,” ujar Airlangga, dikutip dari suarasurabaya.net, Rabu, (11/2/2026).

 

 

Rincian diskon transportasi meliputi tiket kereta api sebesar 30 persen untuk perjalanan periode 14–29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang.

Untuk angkutan laut, pemerintah memberikan diskon 30 persen dari tarif dasar pada periode 11 Maret–5 April 2026, dengan kuota 445 ribu penumpang.

 

Sementara itu, penyeberangan ASDP mendapatkan potongan hingga 100 persen jasa pelabuhan bagi 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang pada periode 12–31 Maret 2026.

 

Adapun tiket pesawat kelas ekonomi domestik memperoleh diskon sekitar 17–18 persen untuk periode 14–29 Maret 2026, dengan kuota 3,3 juta penumpang.

 

 

 

Airlangga menegaskan, stimulus Idulfitri ini merupakan kelanjutan dari kebijakan serupa pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang terbukti berdampak positif terhadap perekonomian. Pada periode tersebut, pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 tercatat mencapai 5,39 persen.

 

Ia juga mengungkapkan, mobilitas masyarakat saat Idulfitri 2025 mencapai 154,62 juta orang, sedangkan pada libur Nataru tercatat 110,43 juta orang. Insentif transportasi turut mendorong peningkatan pariwisata, dengan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,41 juta orang dan wisatawan domestik 105,98 juta orang.

 

Dengan berbagai stimulus tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional 2025 dapat mencapai 5,11 persen secara tahunan. (ivan)