Dalam forum LKPj tersebut, Bobby Soemiarsono juga menegaskan Bapenda Jatim akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pendekatan ini penting karena penerimaan daerah tidak cukup hanya mengandalkan penegakan aturan, tetapi juga harus dibarengi layanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
Jika tren positif ini terus terjaga, PAD Jawa Timur berpotensi kembali meningkat pada 2026 dan memberi ruang fiskal lebih besar bagi Pemprov Jatim untuk mempercepat pembangunan jalan, pendidikan vokasi, kesehatan masyarakat, pengendalian banjir, hingga penguatan UMKM.

Dengan capaian surplus ratusan miliar pada 2025, Bapenda Jatim kini berada di garis depan menjaga stabilitas keuangan daerah. Tantangan berikutnya bukan sekadar mengejar angka, melainkan memastikan setiap rupiah pajak kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jawa Timur.
(int)